Jadi Membership Taman Nasional Komodo, Bebas Masuk Keluar Selama Setahun, Simak Fasilitasnya

Ketika ada tudingan PT Flobamor memonopoli semua jasa wisata yang ada di Labuan Bajo dengan kebijakan tersebut, Abner Ataupah dengan tegas membantah. Dia kembali menegaskan, PT Flobamora tidak ada urusan dengan jasa wisata, karena itu urusannya agen travel, operator tour, maupun pelaku wisata.
Justru menurut Abner, para pelaku wisata tersebut nantinya akan bekerja sama dengan PT Flobamor. Karena jasa transportasi juga nantinya akan didaftarkan melalui aplikasi "Ini Sa" untuk diatur bagaimana ijinnya, kelengkapan surat-surat kendaraan, sampai kepada standar-standar pelayanan yang ditetapkan.
"Jadi PT Flobamor tidak memonopoli, tetapi sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam hal ini pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dalam hal regulasi. Mengatur standarisasi, manajemen dan digitalisasi, itu fungsi PT Flobamor di sini," tambah Abner Ataupah.
Fasilitas Yang Didapatkan
Abner kembali menjelaskan, dalam tarif tersebut sudah mencakup empat hal utama yakni, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tiket masuk ke Pulau Komodo beserta kegiatan-kegiatan di dalamnya.
"Kalau orang beli paket Rp15 juta dia bebas keluar masuk selama satu tahun dan tidak perlu bayar lagi. Jadi PNBP itu sudah ada di dalamnya. Tiket masuk tidak berubah sesuai peraturan yang ada," jelasnya.
Fasilitas yang didapat konsumen yakni, saat tiba di Bandara Internasional Komodo, akan disambut di lounge VIP dan bisa menikmati berbagai makanan dan minuman secara gratis, barang bawaannya pun diurus petugas bandara.
Setelah itu, akan ada penjemputan menggunakan mobil lokal dengan standar baik jenis kendaraan maupun pelayanan yang ditetapkan. Soal ini, harga di lapangan bisa juga dinaikan dari harga pasaran saat ini.
Selanjutnya, apabila pengunjung diantar ke pelabuhan, setibanya di sana akan mendapatkan makanan ringan dan minuman. Kemudian berangkat ke Pulau Komodo atau Pulau Padar. Setelah menikmati suasana di sana, pengunjung akan mendapatkan souvenir gratis.
"Souvenir itu pun diambil langsung dari masyarakat Komodo. Artinya masyarakat Komodo tidak perlu lagi berjualan, hanya memproduksi, karena sudah pasti ada yang membeli," ujar Abner.
Editor : Sefnat Besie