get app
inews
Aa Text
Read Next : Tim SAR Gabungan Evakuasi Kru Kapal Asing yang Sakit di Perairan Pulau Kera NTT

LPG di Kupang Langka dan Mahal, Pertamina Gandeng Aparat Tindak Tegas Penimbun

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:27 WIB
header img
Tumpukan tambung gas Elpiji di salah satu Distributor di Kota Kupang, NTT. Foto: Istimewa


KUPANG, iNewsTTU.id – Kelangkaan gas Elpiji (LPG) melanda Kota Kupang dalam sepekan terakhir. Kondisi ini memicu lonjakan harga di tingkat pengecer yang jauh di atas harga normal.

Menanggapi situasi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus resmi memperketat pengawasan distribusi guna mencegah adanya praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan stabilitas pasokan di tengah fluktuasi distribusi dan tingginya permintaan pasar.

Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan mekanisme kontrol ketat dari tingkat agen hingga ke konsumen.

“Kami memastikan agen mendistribusikan LPG sesuai harga wajar. Pertamina juga melibatkan Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan sweeping terhadap oknum yang sengaja menimbun atau melakukan pembelian tidak wajar,” tegas Ahad dalam keterangannya, Selasa, (10/3/2026).

Penyebab Kelangkaan

Ahad menjelaskan, kendala distribusi ini dipicu oleh gangguan logistik di Pelabuhan Surabaya yang merupakan supply point utama sejak akhir 2025. Adanya insiden kapal miring dan kontainer tenggelam mengakibatkan antrean panjang dan perubahan rute kapal pengangkut.

“Hambatan terjadi imbas perubahan rute Kapal Meratus dan kendala teknis di Pelabuhan Surabaya, sehingga pengiriman ke daerah terhambat,” jelasnya.

Lonjakan Konsumsi Sektor Horeka dan Program MBG

Selain kendala logistik, data realisasi Januari-Februari 2026 menunjukkan kenaikan konsumsi LPG nonsubsidi yang signifikan. Penggunaan LPG 12 kg naik 1,5 persen, sementara LPG 50 kg melonjak tajam hingga 42 persen.

Kenaikan ini didorong oleh geliat sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka), serta mulai beroperasinya Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan energi skala besar.

Stok Tambahan Segera Masuk

Sebagai solusi cepat, Pertamina menambah suplai ke pasar. Pada periode 9-10 Maret 2026, dijadwalkan tiba tambahan pasokan sebanyak 1.857 tabung yang terdiri dari varian 5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg.

Dengan tambahan stok ini, Pertamina optimistis kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di Kota Kupang serta sekitarnya akan segera kembali normal dan terakomodasi dengan baik.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut