"Raihan ini membuktikan bahwa meskipun belum ada wadah resmi, semangat anak-anak sangat besar. Ke depan, ketika mereka akan berlomba, paling tidak pemerintah daerah juga tahu dan memberikan dukungan," ujar Yustina.
Yustina berharap Pemerintah Kabupaten TTU melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) serta KONI TTU dapat memberikan perhatian serius. Ia mendorong agar kepengurusan Special Olympics Indonesia (SoIna) serta National Paralympic Committee (NPC) tingkat Kabupaten TTU bisa segera dibentuk.
Menurutnya, keberadaan wadah resmi sangat krusial agar pembinaan atlet disabilitas dapat berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan memfasilitasi potensi anak-anak TTU menuju panggung yang lebih tinggi.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
