KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Prestasi membanggakan ditorehkan delapan atlet Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Benpasi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Bertanding dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026, para atlet disabilitas intelektual ini sukses menyumbangkan 6 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu bagi Kontingen Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sumbangan medali dari atlet asal TTU ini menjadi bagian penting yang membawa Kontingen NTT sukses menempati peringkat ketiga nasional dengan total 63 medali (21 emas, 20 perak, dan 22 perunggu) dari 22 provinsi yang bertanding.
Delapan atlet SLBN Benpasi yang mengharumkan nama daerah tersebut yakni Rosalinda Abi, Marianus Nitjano, Beatus Be, Martin Ndun, Adri Dos Santos, Mauritius Bana, Daniel Bubu, dan Anjelina Bana. Bahkan, salah satu atlet putri, Rosalinda Abi, dinilai berpotensi menembus ajang tingkat dunia, Special Olympics World Games 2027 di Santiago, Chile.
Soroti Belum Adanya Wadah Olahraga Disabilitas di TTU
Di balik capaian manis tersebut, Kepala SLBN Benpasi, Yustina Bitin Berek, S.Pd., mengungkapkan bahwa perjuangan para atletnya dilakukan di tengah terbatasnya sarana dan wadah pembinaan resmi olahraga disabilitas di Kabupaten TTU.
"Raihan ini membuktikan bahwa meskipun belum ada wadah resmi, semangat anak-anak sangat besar. Ke depan, ketika mereka akan berlomba, paling tidak pemerintah daerah juga tahu dan memberikan dukungan," ujar Yustina.
Yustina berharap Pemerintah Kabupaten TTU melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) serta KONI TTU dapat memberikan perhatian serius. Ia mendorong agar kepengurusan Special Olympics Indonesia (SoIna) serta National Paralympic Committee (NPC) tingkat Kabupaten TTU bisa segera dibentuk.
Menurutnya, keberadaan wadah resmi sangat krusial agar pembinaan atlet disabilitas dapat berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan memfasilitasi potensi anak-anak TTU menuju panggung yang lebih tinggi.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
