KUPANG, iNewsTTU.id– Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat mengalami periode hari tanpa hujan (HTH) ekstrem panjang selama 148 hari. Catatan tersebut menempatkan NTT pada urutan keempat dalam daftar 25 daerah di Indonesia dengan periode tanpa hujan terpanjang berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kondisi ini menjadi perhatian karena musim kemarau yang berkepanjangan berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat, kebutuhan pertanian, hingga peternakan.
BMKG menyebut sebagian besar zona musim di Indonesia masih didominasi musim kemarau. Sejumlah wilayah bahkan telah mengalami periode tanpa hujan lebih dari satu bulan, dengan durasi terpanjang mencapai lebih dari lima bulan.
“Zona Musim di Indonesia dominan mengalami musim kemarau. Namun demikian, banyak provinsi yang mengalami tidak hujan selama lebih dari 1 bulan,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan data tersebut, DI Yogyakarta mencatat periode tanpa hujan terpanjang selama 161 hari. Posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan 160 hari, disusul Jawa Timur selama 159 hari.
Sementara itu, NTT berada di urutan keempat dengan 148 hari tanpa hujan. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat 145 hari, sedangkan Bali mengalami periode tanpa hujan selama 143 hari.
Panjangnya periode tanpa hujan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi wilayah NTT yang memiliki karakteristik geografis kepulauan. Di sejumlah daerah, masyarakat bergantung pada sumber air lokal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas ekonomi.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
