KEFAMENANU, iNewsTTU.id– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menggandeng insan pers untuk membahas sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, terutama praktik politik uang, netralitas aparatur sipil negara (ASN), serta penyebaran berita bohong atau hoaks.
Pertemuan bersama wartawan yang digelar pada Senin (12/10/2026) di Kantor Bawaslu TTU ini bertujuan menjaring masukan, kritik, dan informasi dari lapangan sebagai bahan evaluasi Bawaslu dalam memperkuat pengawasan serta mempersiapkan tahapan pemilu mendatang.
Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo, mengatakan, keterlibatan wartawan penting karena insan pers memiliki akses terhadap berbagai informasi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Martinus, Bawaslu membutuhkan masukan dari wartawan terkait potensi pelanggaran pemilu, termasuk praktik politik uang dan persoalan netralitas ASN yang masih menjadi perhatian dalam pengawasan demokrasi.
“Kalau ada saran, usulan maupun kritik, tentu kami sangat harapkan supaya menjadi catatan ke depan dan bahan evaluasi kami,” ujar Martinus dalam diskusi tersebut.
Ia menjelaskan, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi Bawaslu untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang ditemukan wartawan selama pelaksanaan tahapan pemilu dan pemilihan.
Politik Uang Sulit Diungkap, Bawaslu Minta Partisipasi Masyarakat
Dalam diskusi tersebut, persoalan politik uang menjadi salah satu isu yang mencuat. Praktik ini dinilai menjadi tantangan karena transaksi tidak selalu dilakukan secara terbuka dan mudah dijangkau oleh pengawas.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
