Menurut Petrus, pekerjaan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan arahan Kristoforus Haki. Ia juga menyebut adanya janji bahwa jasa perencanaan, pengawasan pembangunan serta biaya yang terlebih dahulu dikeluarkan dari dana pribadi akan diperhitungkan dan dibayarkan setelah proyek berjalan.
Kerjakan Perencanaan 11 Lokasi
Petrus mengaku telah mengerjakan perencanaan pada 11 lokasi dapur MBG di TTU dan melakukan pengawasan pada tiga lokasi.
Salah satunya adalah Dapur MBG Maubesi. Di lokasi tersebut, Petrus mengaku menggunakan dana pribadi untuk membeli material bangunan dan membayar jasa tukang.
Total pengeluaran yang diklaim Petrus mencapai Rp126.145.189. Ia menyebut pihak yang dilaporkan juga mengakui adanya pengeluaran sekitar Rp125 juta.
Namun, setelah pekerjaan selesai dan sejumlah dapur mulai beroperasi, Petrus menyebut pembayaran jasa perencanaan, jasa pengawasan serta penggantian dana pembangunan Dapur MBG Maubesi belum diselesaikan.
Selain itu, terdapat persoalan pembayaran sebesar Rp60 juta yang menurut pihak terlapor diberikan melalui seseorang berinisial NR sebagai jasa desain.
Petrus menyebut NR mengakui menerima transfer tersebut, tetapi menyatakan tidak mengetahui tujuan uang dan tidak mengetahui bahwa uang tersebut merupakan pembayaran jasa Petrus.
Petrus juga menegaskan dirinya tidak pernah menerima maupun mengetahui adanya pembayaran tersebut.
Dari Perencana Menjadi Pengurus Yayasan
Keterlibatan Petrus dalam proyek MBG disebut tidak hanya sebatas pekerjaan teknis.
Ia mengaku kemudian diminta terlibat dalam administrasi dan manajemen Yayasan Nekaf Mese Mafit Matulun. Petrus diarahkan menjadi sekretaris yayasan, termasuk menandatangani dokumen pembukaan rekening yayasan di Bank BRI serta menangani kebutuhan administrasi berdasarkan arahan pimpinan yayasan.
Untuk Dapur MBG Maubesi, Petrus juga mengaku ditugaskan sebagai Person in Charge (PIC) pihak yayasan.
Dalam posisi tersebut, ia menangani komunikasi, administrasi, koordinasi teknis serta kebutuhan persiapan hingga operasional dapur.
Atas tugas tersebut, Petrus menyebut memperoleh upah sebesar Rp5 juta.
Klaim Miliki Dokumen Pendukung
Petrus menyatakan memiliki sejumlah dokumen yang menurutnya berkaitan dengan rangkaian pekerjaan tersebut.
Dokumen itu antara lain komunikasi WhatsApp sejak September 2024, DED, RAB, proposal, bukti transfer serta dokumen pembangunan lainnya.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
