Petugas sempat memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara. Namun, karena korban tetap melarikan diri, petugas berupaya melumpuhkannya dengan satu tembakan ke arah kaki. Akibat pergerakan korban saat berlari dan terjatuh, peluru justru mengenai bagian bahu kanan. Korban sempat dilarikan untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Massa Datangi Mapolres
Merasa tidak terima, pada Selasa sore massa dari Desa Baliledo membawa jenazah korban menuju Mapolres Sumba Barat guna menuntut pertanggungjawaban.
Meski kepala desa, tokoh masyarakat, dan pihak kepolisian telah berupaya melakukan pendekatan persuasif serta negosiasi, situasi tak dapat dihindarkan. Komunikasi yang belum menemukan titik temu membuat massa beringas hingga berujung pada aksi penyerangan dan perusakan sejumlah fasilitas Mapolres Sumba Barat.
"Kehadiran personel TNI di lapangan mengedepankan langkah persuasif, terukur, dan humanis, dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun petugas agar permasalahan dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum," ujar salah satu pejabat pengamanan.
Pengamanan Diperketat dan Jenazah Dikawal ke Rumah Duka
Menyikapi eskalasi tersebut, puluhan personel TNI dari Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi langsung dikerahkan memperkuat pengamanan bersama unsur Kompi Brimob Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya. Aparat gabungan hingga kini masih bersiaga melakukan pemantauan di sekitar Mapolres dan titik-titik konsentrasi massa.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
