Pelantikan Serentak DPC HKTI se-NTT Jadi Awal Penguatan Organisasi Petani di Daerah

Eman Suni
HKTI NTT gelar Musyawarah Daerah dan pelantikan 22 Pengurus DPC HKTI se-NTT, Selasa (15/9/2026). Foto: iNewsTTU.id/Eman

KUPANG,iNewsTTU.id-- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI dari 22 kabupaten/kota se-NTT untuk masa bakti 2026–2031. Pelantikan dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Provinsi NTT yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Selasa (15/9/2026).

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi HKTI di seluruh wilayah NTT sekaligus memilih kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Provinsi NTT periode 2026–2031.

Dalam Musda, Fernando Jose Osorio Soares terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD HKTI NTT periode 2026–2031. Mayoritas pengurus DPC HKTI dari 22 kabupaten/kota memberikan dukungan penuh kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT tersebut untuk memimpin organisasi petani di NTT selama lima tahun ke depan.

Usai terpilih, Fernando Soares atau yang akrab disapa Nando Soares mengatakan HKTI akan menjadi organisasi yang hadir langsung di tengah petani dan memperjuangkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran sangat penting di NTT karena hampir separuh masyarakat menggantungkan hidup dari bidang tersebut.

"HKTI harus hadir di tengah-tengah petani, hadir di sawah mereka, dan memastikan petani NTT bisa naik kelas serta mencapai kesejahteraan," ujarnya.

Nando menegaskan kepengurusan baru HKTI NTT akan fokus memperjuangkan kemudahan akses pupuk, bibit unggul, alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan terhadap persoalan lahan yang dihadapi petani.

Ia juga menilai berbagai program pemerintah di sektor pertanian membuka peluang besar bagi petani NTT, termasuk program swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan mampu menjadi pusat penyerapan hasil pertanian masyarakat.

Selain itu, HKTI NTT akan membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten, kota, provinsi, hingga pemerintah pusat agar kebutuhan petani dapat terakomodasi.

Terkait persoalan lahan pertanian yang berada di kawasan hutan lindung, Nando mengatakan HKTI akan mempelajari setiap kasus dan siap melakukan advokasi apabila hak-hak petani perlu diperjuangkan.

Sebagai langkah awal setelah Musda dan pelantikan, DPD HKTI NTT akan melakukan roadshow ke 22 kabupaten/kota untuk melihat langsung kondisi petani sekaligus menyerap berbagai persoalan pertanian di daerah.

Dalam kesempatan itu, Nando juga menyoroti nasib petani di wilayah Flores yang terdampak gempa bumi. Menurutnya, HKTI akan turun ke lokasi untuk melihat kerusakan sektor pertanian, termasuk jaringan irigasi yang menghambat aktivitas petani, serta mengadvokasi kebutuhan mereka kepada pemerintah.

Dengan pelantikan pengurus DPC di seluruh kabupaten/kota dan terbentuknya kepengurusan DPD yang baru, HKTI NTT diharapkan semakin memperkuat peran organisasi dalam mendampingi dan memperjuangkan kepentingan petani di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network