Kisah Perempuan Pelestari Batik Tulis di Tengah Transisi Energi

Sefnat P. Besie, iNews
Pita Shona, (30) pembatik pembatik yang masih pertahankan keaslian batik tulis saat meniup ujung cucuk canting sebelum membatik. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat Besie)


Peralihan ini membuat proses pemanasan malam menjadi lebih ringkas. Api kompor gas dapat diatur dengan mudah, panas relatif stabil dan tidak menghasilkan abu seperti kayu bakar.

"Kompor gas juga lebih praktis digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan nyala api dalam waktu lama,"tambahnya.

Perjalanan dari kayu bakar, minyak tanah hingga Bright Gas itu pun menjadi gambaran kecil bagaimana usaha batik tulis  beradaptasi dengan perkembangan zaman.


Tahapan akhir Kilau Batik Tulis

Setelah proses peluruhan kain, selanjutnya malam yang meleleh akan terlepas, sehingga motif batik yang sebelumnya tertutup mulai terlihat dengan jelas.

Kain kemudian dicuci dan dikeringkan, lalu dirapikan melalui proses akhir seperti pengeringan dan penyetrikaan.

Setelah seluruh tahapan selesai, barulah kain tersebut menjadi kain batik tulis yang siap digunakan sebagai bahan pakaian, kain sarung, atau berbagai produk kerajinan.

 


Kain Batik Tulis yang sudah jadi dan dipajang di Gerai batik Olive. Foto: iNewsTTU.id/Sefnat)

 

Ribuan bahkan jutaan lembar kain hasil batik tulis ini kemudian dipajang dalam gerai batik Olive, ada yang sudah dipesan bahkan sebagain dipajang untuk menanti pembeli.

 

Batik Tulis Olive, Ruang Edukasi dan Wisata

 

Kehadiran batik tulis Olive di Kota baru tidak saja memberi dampak ekonomi bagi sejumlah pekerja namun memberikan ruang edukasi bagi wisatawan.

Bertahan sebagai pelaku UMKM batik tulis, Batik Olive memikat wisatawan melalui keunikan motif floranya yang mengangkat ikon lokal seperti buah apel dan stroberi.

Sesuai catatan akhir tahun 2025 lalu para wisatawan diberikan pengalaman membatik langsung di atas kain mulai dari wisatawan mancanegara, rombongan kedinasan,  wisatawan keluarga dan rombongan pendidikan.


 


Rombongan wisatawan yang sedang mencoba memberi warna pada batik tulis pada tanggal 19 Agustus 2026. Foto: iNewsTTU.id/Sefnat)

 

Kunjungan serupa berlangsung pada tahun berikutnya atau sekira pertengahan bulan Agustus 2026, para wisatawan ini berkesempatan memberi warna pada kain batik.

"Selama ini kami hanya liat di tivi saja tapi hari ini langsung praktek dan ini hasilnya," kata dewa sambil menunjukkan hasil pewarnaan batiknya.

Dewa pun mengagumi empat perempuan yang begitu tekun dan sabar membuat batik tulis. Satu helai batik tulis bisa diselesaikan dalam waktu 4 hingga 6 jam dan butuh kesabaran.

Pengalaman membatik dari tangan tangan pemula maupun  tangan tangan terlatih seperti Pita Shona, (30)  Mistiah (50), Fitri (46), dan Muslimah (40)  menjadi ujung tombak Batik Olive tetap bertahan di tengah gempuran batik cap.

Meski di tengah hiruk-pikuk kota wisata, mereka memilih merawat tradisi batik tulis dan terus berinovasi di atas  selembar kain. Pembatik ini mempertahankan warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga mereka.


Dinamika  Membangun Bisnis Batik Tulis


Sejak awal tahun 2000, Ahmad Irawan banting setir dari pekerjaannya sebagai akuntan di perusahaan besar dan memilih untuk mendirikan toko kecil dengan menjual pakaian batik.

Rumah tinggalnya yang sederhana ia  alihfungsikan menjadi menjadi toko batik.

Usahanya terus berkembang hingga mempekerjakan warga yang memiliki keahlian membatik.

Namun rupanya tak berjalan mulus sesuai harapan,  selama 10 bertahan dengan modal yang pas pasan, usahanya terancam kolaps akibat hantaman covid 19.

Ahmad menceritakan,  saat itu Penjualan dan omzet anjlok, permintaan batik turun tajam karena masyarakat mengurangi belanja

Bahkan produksi ikut menurun karena barang sulit terjual, pemasaran dan distribusi terganggu, pembatasan mobilitas membuat konsumen dari luar daerah sulit datang dan pengiriman barang juga terkendala.

Editor : Sefnat Besie

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network