Kapolres juga mengingatkan warga mengenai pentingnya memiliki dokumen kependudukan, khususnya KTP. Kelengkapan administrasi dinilai penting untuk mempermudah masyarakat mendapatkan berbagai pelayanan pemerintah, termasuk layanan BPJS.
Terkait persoalan sengketa tanah, masyarakat diminta melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar penyelesaiannya dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan hukum.
Sementara untuk kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa, warga diingatkan mengurus surat izin keramaian. Langkah tersebut diperlukan agar potensi gangguan keamanan dapat dipetakan dan diantisipasi sejak awal.
Kapolres juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja untuk mencegah pergaulan bebas, tawuran, maupun tindak pidana lainnya.
Warga Keluhkan Perusakan Pipa Air
Dalam sesi dialog, warga bernama Teofilus menyampaikan keluhan terkait perusakan fasilitas pipa air yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian maupun ganti rugi dari pihak yang diduga sebagai pelaku.
Menanggapi persoalan tersebut, Kapolsek Mollo Selatan meminta warga menempuh penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku.
"Jika penyelesaian secara kekeluargaan di tingkat desa tidak dipenuhi oleh pelaku, warga disarankan segera membuat laporan resmi ke Polsek agar diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Keluhan lainnya disampaikan Ibu Dori Aphid Lake terkait praktik perjudian yang masih kerap terjadi dalam acara kedukaan.
Kapolres TTS mengapresiasi langkah pemerintah desa dan masyarakat yang telah menerapkan hukum adat serta denda lokal terhadap pelaku perjudian.
Menurutnya, penerapan aturan tersebut dapat menjadi langkah efektif untuk menekan perilaku yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Kapolres Upayakan Sumur Bor untuk Bantu Warga
Persoalan lain yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah krisis air bersih yang masih dirasakan warga Desa Noinbila dan wilayah sekitarnya.
Kapolres TTS menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengupayakan pembangunan sumur bor di lingkungan Markas Polres TTS.
Jika terealisasi, sumber air tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, termasuk warga Desa Noinbila dan sekitarnya.
Jumat Curhat kemudian ditutup sekitar pukul 12.05 WITA dalam situasi aman dan kondusif.
Di akhir kegiatan, Kapolres TTS menegaskan bahwa menciptakan keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian.
"Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama antara Polri, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
