Kemudian SPBU 54.86.503 di Jalan Ruteng–Benteng Jawa, Tenda, Kecamatan Langke Rembong, serta SPBU 54.86.509 di Jalan Raya Ruteng–Labuan Bajo Km 4, wilayah Mena, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong.
Sementara itu, lima agen LPG di wilayah Flores masih beroperasi dengan kondisi sarana yang dinyatakan aman. Stok LPG di masing-masing agen terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi suplai.
Untuk penyaluran minyak tanah, terdapat 12 agen yang terdampak bencana. Pertamina Patra Niaga terus memaksimalkan distribusi dengan mempertimbangkan kondisi Fuel Terminal (FT) Reo yang masih mengalami kendala.
Sejumlah Jalur Trans Flores Terdampak Longsor
Kelancaran distribusi energi juga menghadapi tantangan akibat kondisi jalan yang terdampak longsor.
Sejumlah ruas jalan yang dilaporkan terdampak antara lain Jalan Reo–Ruteng, Jalan Trans Flores ruas Ende–Bajawa, serta Jalan Trans Marapokot.
Penanganan longsor masih dilakukan menggunakan alat berat. Kondisi akses jalan juga dapat berubah sewaktu-waktu sehingga distribusi BBM dan LPG terus disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.
“Kami terus melakukan monitoring kondisi sarana dan fasilitas serta mengamankan jalur distribusi yang terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder juga terus dilakukan agar penyaluran BBM dan LPG tetap berjalan secara aman dan optimal,” kata Kitty.
Pertamina Patra Niaga menegaskan pemulihan layanan energi di Flores dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan, sekaligus memastikan kebutuhan BBM dan LPG masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi pascagempa.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
