NAGEKEO, iNewsTTU.id – Aktivitas kegempaan masih terus terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 19.00 WIB, tercatat sebanyak 377 kali gempa susulan.
Dari ratusan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai 6,2, sementara yang terkecil tercatat 2,5. Sebanyak 15 gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 5, sedangkan 27 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat.
Data tersebut menunjukkan aktivitas seismik di wilayah Flores dan sekitarnya masih cukup tinggi pascagempa utama.
Sebelumnya, BMKG mencatat hingga pukul 14.00 WIB telah terjadi 235 aktivitas gempa susulan, dengan kisaran magnitudo 2,5 hingga 6,2. BMKG menyebut tren aktivitas gempa susulan saat itu belum menunjukkan peluruhan yang signifikan.
Gempa utama terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan magnitudo 7,7 dan kedalaman 15 kilometer. Episenter berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 07.30 WIB dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Sejumlah wilayah di Flores dilaporkan masih merasakan guncangan gempa susulan. Aktivitas kegempaan juga berdampak terhadap masyarakat dan infrastruktur di sejumlah daerah.
Di sisi lain, penanganan dampak gempa terus dilakukan pemerintah dan berbagai unsur terkait. BNPB sebelumnya melaporkan korban jiwa dan luka akibat gempa, sementara sekitar 2.000 warga sempat melakukan evakuasi atau mengungsi secara mandiri setelah merasakan guncangan kuat dan adanya peringatan dini tsunami.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
