Penemuan berawal saat seorang warga Dusun IV Bele, Felisia Tuli (45), menemukan benda mencurigakan berbungkus selotip kuning saat memungut buah asam di dekat tempat sampah. Setelah dilaporkan dan dikonfirmasi sebagai bom pipa rakitan, warga kembali menemukan dua bom serupa di pekarangan rumah Kepala Desa Waiburak.
Dari hasil identifikasi, ketiga bom berdaya ledak rendah (low explosive). Kendati demikian, Adhitya menegaskan material tersebut tetap berisiko fatal jika terkena benturan atau pemicu lainnya.
"Sebab itu kami putuskan melakukan pemusnahan sampai tuntas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memegang atau memindahkan benda mencurigakan, melainkan segera melapor ke aparat," tegasnya.
Saat ini, aparat gabungan Polri dan TNI masih memperketat patroli di Adonara Timur untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif pascakonflik.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
