Menurut Herman, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebarannya condong ke barat hingga barat laut.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40,7 mm dan durasi ± 2 menit 13 detik. Erupsi disertai suara gemuruh kuat," kata Herman dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).
Menyusul aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan rawan bencana. Warga, pengunjung, maupun wisatawan diminta menjauhi area dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.
PVMBG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Warga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.
Selain potensi erupsi, ancaman banjir lahar hujan turut menjadi perhatian. Masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang dilalui aliran sungai berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Beberapa daerah yang berpotensi terdampak banjir lahar hujan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
