KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Masalah sampah di wilayah perbatasan RI-RDTL akan segera disulap menjadi sumber energi terbarukan. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Malaka sepakat menjalin kerja sama strategis untuk membangun pabrik pengolahan sampah terintegrasi.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat krusial karena satu kabupaten saja tidak akan mampu memenuhi kuota pasokan sampah yang dibutuhkan oleh mesin pengolah berskala besar.
"Kalau satu kabupaten saja, suplai sampahnya tidak akan mencukupi kuota yang diminta investor. Maka tiga kabupaten ini harus gandeng tangan, suplai sampah kita kumpulkan di satu titik untuk diolah menjadi energi listrik," ujar Bupati Falen Kebo di ruang kerjanya, Senin (16/03/2026).
Investor Asal China Siap Masuk
Menurut Bupati Falen, investor asal China yang dikoordinasikan melalui Pemerintah Kabupaten Belu telah menyatakan keseriusannya untuk berinvestasi. Proyek ini diproyeksikan mengubah limbah domestik menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat di tiga kabupaten.
"Investornya sudah ada dari China. Sekarang kita sedang berdiskusi untuk menentukan titik lokasi pabrik yang strategis agar jarak angkut dari Belu, TTU, maupun Malaka sama-sama dekat dan tidak merugikan secara operasional," tambahnya.
TTU Sudah Siap Perencanaan
Berbeda dengan dua kabupaten tetangga, Kabupaten TTU diklaim selangkah lebih maju dalam hal kesiapan teknis. Bupati Falen menyebutkan bahwa TTU telah menyelesaikan tahap perencanaan pengolahan sampah.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
