KUPANG, iNewsTTU.id–Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meninjau langsung efektivitas Program Kampung SABU (Sampah Bersih dan Unggul) di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
Fokus utama kunjungan adalah meninjau aktivitas Kelompok Depo Sampah Harapan NBS. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, warga setempat kini mampu mengolah sampah plastik menjadi ecobrick. Inovasi ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk kreatif bernilai ekonomis seperti ecoSofa.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus kemiskinan.
"Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah fondasi utama. Pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya menghadirkan lingkungan yang bersih, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Melkiades.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa Program Kampung SABU dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang mandiri.
"Kami mendorong lahirnya kelompok-kelompok mandiri yang mampu mengelola potensi lokal secara produktif. Harapannya, program ini meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi kami," jelas Ahad.
Dukungan senada disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) NTT, Viktorinus Manek. Ia menyebut Program Kampung SABU sebagai role model kolaborasi produktif.
"Ini contoh nyata kolaborasi yang tidak hanya memperkuat ekonomi warga, tetapi juga membangun budaya lingkungan bersih yang berkelanjutan di tingkat komunitas," ungkap Viktorinus.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi perusahaan lain dan pemerintah daerah untuk mereplikasi inisiatif serupa di wilayah lain di NTT, guna mewujudkan masyarakat yang berdaya dan lingkungan yang berkelanjutan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
