Persawahan Oeheni Diterjang Banjir Lumpur, 15 KK di Desa Naob Terancam Gagal Panen

*Sefnat Besie
Petani di Desa Naob mengeluh, Persawahan Oeheni Diterjang Banjir Lumpur, 15 KK di Desa Naob Terancam Gagal Panen. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat)

Hasil Panen Terancam Rusak dan Menghitam

 

Kondisi semakin sulit bagi petani yang sudah terlanjur memotong padi mereka. Tiga orang petani yang sempat memanen dini harus menelan pil pahit karena padi yang disimpan di bawah terpal ikut terendam banjir.

"Padi yang terendam itu nantinya akan berwarna hitam. Saat digiling pun berasnya tidak utuh, pasti hancur. Harganya jatuh dan tidak layak konsumsi secara maksimal," tambah Elias dengan nada lesu.

Nasib lebih tragis dialami oleh Maria Kowati, seorang penggarap lahan milik Milka Babis (80), seorang janda lanjut usia. Sawah yang digarapnya kini tertutup lumpur total, sementara padi masih dalam kondisi hijau (mentah).

"Padi milik nenek Milka masih hijau semua, tidak bisa dipanen paksa. Biasanya bisa dapat puluhan karung, tapi sekarang otomatis gagal panen total karena tertimbun lumpur terlalu lama," kata Maria.

Editor : Sefnat Besie

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network