Kupang, iNewsTTU.id – Bencana hujan disertai angin kencang melanda Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Sabtu (24/1/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada 34 rumah warga serta satu rumah ibadah, yakni Gereja GMIT Yehar Saharsuta.
Camat Maulafa, Imanuel E. Ully, saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu pagi (25/1/2026), membenarkan kejadian tersebut.
Dia menjelaskan bahwa hujan lebat dan angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan atap rumah warga beterbangan dan beberapa bangunan mengalami kerusakan cukup parah.
“Berdasarkan data sementara, terdapat 34 rumah tinggal warga yang terdampak serta satu rumah ibadah GMIT Yehar Saharsuta yang mengalami kerusakan,” ungkap Imanuel E. Ully.
Ia menegaskan, pasca kejadian tersebut, pemerintah setempat menunjukkan komitmen penuh dalam penanganan bencana, mulai dari tahap mitigasi atau pencegahan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi.
Langkah konkret yang telah dan sedang dilakukan antara lain penyaluran bantuan serta penyuluhan kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Kehadiran Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Sosial merupakan bentuk tanggung jawab dalam seluruh siklus penanggulangan bencana. Fokus utama kami adalah melindungi masyarakat melalui kebijakan yang terintegrasi serta respons cepat dari seluruh lintas sektor yang ada di Kota Kupang,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Imanuel, bantuan berupa sembako dan makanan instan telah mulai disalurkan kepada para korban terdampak bencana di Kelurahan Belo.
Pemerintah kecamatan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi dan situasi tetap kondusif.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
