ROTE NDAO, iNewsTTU.id – Fenomena langka terjadi di pesisir selatan Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 20 ekor Paus Pilot ditemukan mati terdampar di perairan surut Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Selasa (10/3/2026).
Bangkai paus berukuran besar itu pertama kali ditemukan warga di garis pantai saat air laut surut. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat sehingga proses penanganan segera dilakukan oleh tim gabungan.
Sebanyak 15 personel Kompi 3 Batalyon A Pelopor dari Satuan Brimob Polda NTT diterjunkan ke lokasi bersama personel Lanal Pulau Rote, anggota Polsek Rote Barat Daya, serta petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao.
Selain itu, Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao dan masyarakat setempat turut membantu proses evakuasi bangkai paus yang terdampar di pesisir desa tersebut.
Komandan Satuan Brimob Polda NTT, Afrizal Asri, mengatakan evakuasi dilakukan guna mencegah dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
“Evakuasi bangkai paus ini dilakukan untuk mencegah dampak lingkungan maupun gangguan kesehatan masyarakat akibat proses pembusukan,” ujarnya
Ia menjelaskan, kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel sekitar pukul 10.30 Wita sebelum tim bergerak menuju lokasi paus terdampar di Desa Fuafuni.
Sekitar pukul 11.00 Wita, tim gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi secara gotong royong bersama warga yang membantu mengangkat bangkai paus dari perairan surut.
Proses evakuasi selesai sekitar pukul 13.00 Wita.
Selanjutnya bangkai paus dikuburkan menggunakan alat berat ekskavator milik Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Sekitar pukul 15.00 Wita, seluruh bangkai paus pilot tersebut akhirnya berhasil dikuburkan untuk mencegah pencemaran lingkungan di kawasan pesisir.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
