KUPANG, iNewsTTU.id – Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku selama tiga hari ke depan, mulai 11 hingga 13 Januari 2026.
Fokus utama peringatan ini adalah aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Indonesia Timur.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa aktifnya MJO di wilayah NTT menjadi pemicu utama meningkatnya pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
"Terpantau adanya Pusat Tekanan Rendah di Timur Laut Australia yang menyebabkan daerah belokan, perlambatan, dan pertemuan angin. Kondisi ini diperkuat dengan aktifnya MJO di wilayah NTT," ujar Sti Nenotek dalam keterangan resminya, Minggu (11/1/2026).
Apa Itu MJO dan Dampaknya?
MJO atau Madden-Julian Oscillation merupakan gangguan cuaca berupa gelombang atmosfer yang bergerak dari arah Samudra Hindia menuju Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia.
Fenomena ini memiliki siklus mingguan hingga bulanan dan dikenal sangat aktif mendukung aktivitas konveksi atau pembentukan awan hujan lebat.
Kehadiran fase basah MJO di atas langit NTT saat ini menciptakan kondisi atmosfer yang tidak stabil, sehingga meningkatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai kabupaten/kota di NTT.
Waspada Bencana Hidrometeorologi
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang berdurasi singkat. Kondisi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti:
Banjir dan genangan air di wilayah rendah.
Tanah longsor di daerah perbukitan.
Pohon tumbang akibat angin kencang.
Bagi warga yang berdomisili di wilayah rawan bencana, disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi melalui kanal BMKG Stasiun Meteorologi Kupang atau aplikasi daring Info BMKG guna meminimalisir risiko dampak cuaca ekstrem tersebut.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
