Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya, seperti ember, jeriken, dan ranting pohon. Namun, upaya darurat tersebut tak mampu membendung laju api yang mengganas. Armada tangki air baru tiba setelah sebagian besar kompleks rumah adat hangus terbakar.
Kepala Desa Patiala Bawa, Luther Laku Nija, membenarkan total kerusakan tersebut. Menurutnya, dari 28 rumah yang terdampak, 26 hangus total, sementara dua lainnya rusak sebagian. Hanya delapan rumah yang berhasil diselamatkan berkat bantuan armada tangki air yang datang tepat waktu.
"Ini kehilangan besar bagi masyarakat adat. Kebakaran itu merusak bukan hanya fisik rumah, melainkan juga jejak sejarah kampung tua Waruwora," ujar Luther.
Kini, suasana kampung menyisakan puing-puing hitam dan tiang-tiang hangus. Warga hanya bisa pasrah menyaksikan sisa-sisa kebakaran sambil mencoba mengumpulkan barang yang mungkin masih tersisa. Pemerintah desa masih terus mendata total kerugian sambil menanti penanganan dan bantuan lanjutan dari pemerintah daerah.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
