KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Kasus meninggalnya seorang anak sekolah di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga dipicu keterbatasan ekonomi hingga tidak memiliki buku dan pena, mendapat perhatian serius dari jajaran Kepolisian di wilayah perbatasan.
Merespons tragedi tersebut, Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Eliana Papote, memerintahkan seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polres TTU untuk melakukan pendataan terhadap anak-anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan perhatian khusus dalam kegiatan pendidikan.
Langkah ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung program pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Kapolres TTU melalui keterangan resminya menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, terutama di wilayah perbatasan seperti Kabupaten TTU.
“Polri juga turut berperan dalam mendukung dunia pendidikan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu perlu mendapat perhatian agar tidak tertinggal dalam proses belajar,” ujar AKBP Eliana Papote.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih terdapat sejumlah sekolah dengan kondisi sarana dan prasarana yang memprihatinkan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
