Tapanuli Utara, iNewsTTU.id — Pencarian korban longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, terus berlangsung, tim gabungan berhasil menemukan tujuh korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 19 warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Dandim 0210/TU, Letkol Kav Ronald Tampubolon, melalui Plt. Danramil 23/Adiankoting Peltu B. Sitepu, membenarkan temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa personel Koramil bersama Polri, BPBD, dan relawan masih fokus menyisir area terdampak longsor.
“Kami masih fokus pencarian korban. Hingga Kamis, 27 November 2025, ada tujuh yang ditemukan,” ujar Peltu Sitepu.
Identitas 7 Korban yang Ditemukan
Tujuh korban yang ditemukan pada hari ketiga merupakan warga Pagaran Pisang, masing-masing:
Cantika br Sitompul (9)
Casya br Sitompul (5)
Jeslin Sitompul (2)
Butet Hutagalung (6 bulan)
Nurma br Hutagalang (63)
Bangun Sitompul (49)
Ucok Sitompul (4 bulan)
Ketujuh korban ditemukan di titik-titik berbeda dalam radius area longsor. Proses evakuasi berlangsung di bawah cuaca mendung dan kondisi medan yang berat.
Tim Gabungan Tetap Menyisir Lokasi
Personel Koramil 23/Adiankoting, Polri, BPBD, dan relawan masih melakukan pencarian manual dan menggunakan alat berat di beberapa titik yang aman. Area yang disisir merupakan zona rawan susulan sehingga seluruh tim diimbau bekerja dengan kewaspadaan tinggi.
Longsor yang terjadi pada Selasa (25/11/2025) diduga dipicu beberapa faktor. Peltu B. Sitepu menjelaskan bahwa penyebab utama adalah:
Intensitas hujan tinggi yang membuat tanah jenuh air,
Tekstur tanah yang tidak padat sehingga mudah bergerak,
Minimnya vegetasi penahan tanah di lereng-lereng sekitar lokasi.
Langkah Penanganan di Lapangan
Kodim 0210/TU bersama instansi terkait telah mengambil beberapa tindakan penanganan darurat, di antaranya:
1. Evakuasi dan Pembersihan
Mengerahkan tim gabungan untuk membersihkan material longsor dan memastikan tidak ada korban yang terjebak.
2. Pengaturan Lalu Lintas
Sistem buka tutup diberlakukan agar arus kendaraan tetap berjalan meski akses jalan tertutup sebagian material.
3. Pemantauan dan Peringatan Dini
Pemantauan intensif dilakukan di titik rawan serta mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
