Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Identifikasi Penyebab Rumah Warga Terbakar dan Tewaskan Dua Orang
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Mama Elisabeth Bobo di TTU Panen Semangka Terserap Program MBG

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:55 WIB
  • author *Sefnat Besie
Cerita Mama Elisabeth Bobo di TTU Panen Semangka Terserap Program MBG
Panen Semangka Kelompok Tani Nekmese Bineno Terserap MBG, HKTI Buka Akses Pasar. (Foto: istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Senyum bahagia terpancar dari wajah Mama Elisabeth Bobo, anggota Kelompok Tani Wanita Nekmese Bineno, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagi Mama Elisabeth, panen semangka bukan sekadar hasil kerja keras mengolah lahan dan merawat tanaman. Panen kali ini juga membawa harapan baru bagi keluarganya, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.

Ia mengaku sangat bersyukur karena hasil panen petani, khususnya semangka dan bawang putih dari Kelompok Tani Wanita Nekmese Bineno, kini dapat terserap melalui pemasok atau supplier program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penyerapan hasil panen tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan fasilitasi yang dibangun Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten TTU bersama para petani dan pemasok MBG.

Bagi Mama Elisabeth dan anggota kelompok tani lainnya, kepastian pasar menjadi hal penting. Hasil pertanian yang selama ini membutuhkan perjuangan untuk dipasarkan kini memiliki peluang penjualan yang lebih jelas.

Lebih dari itu, uang hasil penjualan panen dapat langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk keperluan sekolah anak-anak.

“Kami sangat bersyukur karena dengan adanya program MBG, hasil panen kami bisa langsung terserap. Uang dari hasil penjualan ini juga bisa digunakan untuk keperluan anak sekolah,” ungkap Mama Elisabeth.

Kisah Mama Elisabeth menjadi gambaran bagaimana sektor pertanian dan program pemenuhan gizi dapat saling mendukung. 

Di satu sisi, program MBG membutuhkan pasokan bahan pangan, sementara di sisi lain petani membutuhkan pasar yang mampu menyerap hasil produksi mereka.

HKTI Jadi Penghubung Petani dengan Pasar

Sekretaris HKTI Kabupaten TTU, Retno Silla, mengatakan HKTI berkomitmen menjadi penghubung antara petani dan pasar agar hasil pertanian masyarakat memiliki akses pemasaran yang lebih pasti.

Menurut Retno, HKTI berupaya menjadi mata dan telinga bagi para petani, mulai dari membantu mengomunikasikan hasil produksi, memfasilitasi pertemuan dengan calon pembeli, hingga mendorong agar hasil panen dapat dibeli dengan harga yang baik.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut