Menilik Ritual Klejang, Tradisi yang Menjaga Identitas Suku Tukan di Flores Timur
Di titik inilah Klejang tidak berhenti sebagai pesta panen.
Ia menjadi cara masyarakat mengingat siapa mereka.
Dan ingatan itu tidak hanya disimpan dalam cerita yang dituturkan dari mulut ke mulut. Ia dijalankan melalui tanah yang digarap, ritual yang diwariskan, batu yang ditanam dan ikrar yang terus diucapkan.
Pemerintah Desa Pululera turut mendukung pelaksanaan ritual tersebut. Bagi pemerintah desa, kegiatan adat juga berkaitan dengan pembinaan kemasyarakatan dan keberadaan kelembagaan adat.
"Kalau kita lihat dalam struktur program di desa itu ada bidang pembinaan kemasyarakatan termasuk di dalamnya. Juga yang berhubungan dengan kelembagaan adat, jadi ini sebenarnya juga bagian daripada tugas pemerintah desa. Selaku pemerintah desa ya kita wajib memberikan dukungan," kata Paulus Sony.
Bagi Sony, dukungan itu penting karena adat tidak hanya membutuhkan ruang untuk dilaksanakan, tetapi juga perlu dirawat dan didokumentasikan.
Adat, kata dia, adalah identitas dan jati diri masyarakat yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pada akhirnya, Kelejang memperlihatkan bahwa bagi masyarakat Suku Tukan, kebun tidak pernah hanya tentang apa yang tumbuh di atas tanah.
Di sana ada leluhur yang diingat, ada janji yang dijaga, ada hukum adat yang diwariskan dan ada identitas yang dipertaruhkan.
Sebab ketika sebuah masyarakat berhenti merawat ritualnya, yang hilang bukan hanya sebuah upacara.
Yang perlahan bisa ikut hilang adalah ingatan tentang siapa mereka.
Editor: Sefnat Besie