Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Jessica, Dive Master yang Belum Ditemukan Setelah KM Feronia Tenggelam
Advertisement . Scroll to see content

SAR Tutup Pencarian KM Feronia di Perairan Manggarai Barat, Satu Penumpang Belum Ditemukan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB
  • author Marten Liwu
SAR Tutup Pencarian KM Feronia di Perairan Manggarai Barat, Satu Penumpang Belum Ditemukan
Konferensi Pers pencarian satu orang penumpang dalam insiden tenggelamnya KM Feronia di Perairan Pulau Tatawa, Manggarai Barat (Foto: istimewa)

Manggarai Barat, iNews.TTU.id - Setelah sepuluh hari pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan Veronica Beatrix Jessica, satu penumpang KM Feronia yang tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasi pencarian resmi ditutup pada Kamis (22/10/2026), sementara 29 orang lainnya telah ditemukan selamat.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan, keputusan menghentikan operasi diambil setelah tim mengevaluasi seluruh upaya pencarian, termasuk penyisiran perairan dan pemeriksaan dasar laut menggunakan peralatan pendeteksi bawah air.

“Berdasarkan hasil evaluasi terhadap seluruh upaya pencarian yang telah dilaksanakan, kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan KM Feronia maupun korban yang masih dinyatakan hilang. Setelah mempertimbangkan seluruh hasil operasi dan melakukan evaluasi bersama, Operasi SAR resmi kami tutup pada hari kesepuluh,” ujar Fathur Rahman.

KM Feronia, kapal tradisional jenis phinisi dengan tonase kotor 51 GT yang mengangkut penumpang wisata, mengalami kecelakaan pada 13 Oktober saat berlayar dari Pelabuhan Marina menuju Dermaga Pulau Rinca. Kapal itu dilaporkan melintasi pusaran arus sebelum miring, terbalik, lalu tenggelam.

Saat kecelakaan terjadi, kapal membawa 30 orang, terdiri atas lima anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang. Sebanyak 29 orang ditemukan selamat, sedangkan Veronica, warga negara Indonesia, hingga penutupan operasi masih dinyatakan hilang.

Fathur mengatakan, penutupan operasi tidak menutup kemungkinan pencarian kembali dilakukan apabila muncul informasi baru mengenai keberadaan korban.

Pada hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan kembali menyisir perairan dan memeriksa dasar laut dengan bantuan Remotely Operated Vehicle (ROV), Multi Beam Sonar (MBS), Side Scan Sonar (SSS), serta perangkat sonar lainnya.

ROV beberapa kali diturunkan untuk memeriksa dasar laut pada kedalaman sekitar 80 hingga 84 meter. Namun, upaya itu menghadapi kendala teknis, termasuk hilangnya sinyal ROV dan perangkat yang tersangkut pada tali jangkar.

Arus deras di bawah permukaan serta jarak pandang yang sangat terbatas juga menyulitkan pemeriksaan dasar laut. Hingga evaluasi akhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan KM Feronia di area yang diperiksa.

Selama sepuluh hari operasi, sebanyak 226 personel SAR gabungan, termasuk 27 penyelam, dikerahkan untuk mencari korban dan kapal tersebut.

Personel berasal dari Kantor SAR Maumere, TNI AL, TNI AU, Polri, KSOP Labuan Bajo, KKP Kupang, Distrik Navigasi Kupang, BPOLBF Labuan Bajo, BMKG, BPBD Manggarai Barat, Dinas Perhubungan Manggarai Barat, PHC Labuan Bajo, SROP Labuan Bajo, P3KOM Labuan Bajo, operator kapal, relawan, serta unsur pendukung lainnya.

Penyelaman melibatkan personel dari Kantor SAR Maumere, Lanal Labuan Bajo, TNI AL Koarmada II Surabaya, dan P3KOM Labuan Bajo.

Untuk mendukung operasi, tim mengerahkan sejumlah kapal dan peralatan pencarian, antara lain RIB Pos SAR Manggarai Barat, kapal dari Lanal dan KSOP Labuan Bajo, KRI Satran Pulau Fani 731, kapal patroli, speedboat, serta kapal nelayan setempat.

Peralatan yang digunakan mencakup ROV PT Famindo, sonar milik Ditpolair Polda NTT, Side Scan Sonar Koarmada II, Multi Beam Sonar Distrik Navigasi Kupang, serta sonar Teledyne Reason SeaBat 7123 MK II milik KRI Satran Pulau Fani 731. Tim juga menggunakan drone thermal, peralatan medis, perlengkapan keselamatan di air, dan peralatan evakuasi.

Fathur menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan memberikan dukungan selama operasi berlangsung. Komitmen Kantor SAR Maumere dan Tim SAR Gabungan untuk memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat akan terus dilaksanakan dengan mengedepankan profesionalisme, koordinasi, dan keselamatan personel,” jelas Fathur.

Meski operasi resmi dihentikan, Fathur menegaskan bahwa pencarian dapat dibuka kembali jika ada informasi atau tanda-tanda baru yang mengarah pada keberadaan Veronica maupun KM Feronia.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut