Mengenal Jessica, Dive Master yang Belum Ditemukan Setelah KM Feronia Tenggelam
Maumere, iNewsTTU id- Empat hari sejak KM Feronia tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Veronica Beatrix Jessica (23) belum ditemukan. Perempuan asal Jakarta yang bekerja sebagai dive master itu terjebak di toilet kapal saat kecelakaan terjadi, sementara 29 orang lainnya berhasil dievakuasi.
Keluarga Jessica kini berada di Labuan Bajo, menunggu kabar dari tim SAR gabungan yang terus menyisir perairan dan dasar laut. Hingga Jumat (16/10/2026), berbagai upaya pencarian belum menemukan keberadaan perempuan yang sejak kecil dikenal dekat dengan laut itu.
Kakak sepupu Jessica, Cheryl, bersama delapan anggota keluarga tiba di Labuan Bajo pada Rabu (14/10/2026). Ayah, ibu, kakak, adik, dan sejumlah sepupu Jessica ikut datang untuk menunggu perkembangan pencarian.
Bagi keluarga, laut bukan sekadar tempat Jessica bekerja. Perempuan berusia 23 tahun itu tumbuh dengan kegemaran menyelam, snorkeling, hingga free diving. Kegemaran tersebut telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil.
"Anaknya emang pencinta laut. Jadi dia selalu cerita sama kita keluarga kalau dia itu, setiap detik dia ada di laut, diving, snorkeling, whatever itu, free dive segala macem ya. Dia selalu maunya itu, jadi itu yang dia ketahui dari dia kecil," ungkap Cheryl, Kamis (15/10/2026) sore.
Menurut Cheryl, kecintaan Jessica terhadap laut kemungkinan tumbuh dari kebiasaan ayah mereka mengajak anak-anak bermain jet ski ketika masih kecil. Dari antara anggota keluarga, Jessica menjadi orang yang paling tertarik pada aktivitas tersebut.
Kegemaran itu kemudian membawanya ke Labuan Bajo sekitar lima tahun lalu. Saat itu, kakak Jessica mendapat tawaran bekerja di sebuah kapal pinisi. Namun, tawaran tersebut tidak diambil dan kemudian diberikan kepada Jessica karena ia dinilai lebih berminat menjalani pekerjaan di laut.
Jessica akhirnya bekerja sebagai dive master, profesi yang membuatnya terus berhubungan dengan laut dan aktivitas penyelaman.
Kini, keluarga yang terbiasa mendengar cerita Jessica tentang laut harus menunggu kabar tentang keberadaannya dari perairan yang sama.
Pada Jumat, pencarian Jessica memasuki hari keempat dengan melibatkan 132 personel. Tim SAR gabungan menyisir sejumlah kawasan, mulai dari perairan Pulau Tatawa, Tatawa Kecil, Pulau Padar, Pulau Bugis, hingga Batu Bolong dan Siaba.
Penyisiran dilakukan di permukaan maupun di bawah laut. Tim mengerahkan 27 penyelam dari Kantor SAR Maumere, Lanal Labuan Bajo, Koarmada II TNI AL Surabaya, dan P3KOM Labuan Bajo.
Para penyelam memeriksa sejumlah titik, termasuk perairan sekitar Pulau Tatawa Kecil pada kedalaman sekitar 20 meter. Setiap penyelaman berlangsung selama 30 hingga 45 menit.
Untuk menjangkau area yang sulit diperiksa secara langsung, tim menggunakan remotely operated vehicle (ROV) milik PT Famindo. Perangkat kendali jarak jauh itu digunakan untuk memantau kondisi bawah laut hingga kedalaman sekitar 99 meter.
Tim juga mengoperasikan side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya untuk memindai dasar laut. Perangkat tersebut digunakan tiga kali di perairan Mawan, Batu Bolong, Siaba, dan sekitar Pulau Tatawa.
Di permukaan, tim SAR melakukan penyisiran dengan jangkauan total 45,29 mil laut. Operasi turut didukung drone termal milik Kantor SAR Maumere dan single beam sonar dari Ditpolair Polda NTT.
Namun, hingga hari keempat, pencarian belum menemukan Jessica.
Tim hanya menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan kecelakaan kapal. Pada Jumat pukul 11.21 WITA, petugas menemukan sebuah jaket pelampung milik KM Feronia. Sehari sebelumnya, kapal nelayan setempat menemukan tangki selam yang terapung di perairan selatan Pulau Padar sekitar pukul 11.45 WITA.
Kedua temuan tersebut belum mengungkap keberadaan Jessica.
KM Feronia tenggelam pada Selasa (13/10/2026) setelah melintasi pusaran arus di sekitar Pulau Tatawa. Kapal wisata itu mengangkut 30 orang, terdiri dari 25 penumpang dan lima kru, termasuk nakhoda.
Dalam manifest kapal, Jessica tercatat sebagai penumpang urutan ke-23 dari total 25 penumpang. Ia menjadi satu-satunya orang yang belum ditemukan, sementara penumpang lainnya dan seluruh kru berhasil dievakuasi dengan selamat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun setelah kecelakaan, para penumpang berada di upper deck atau geladak atas kapal ketika kejadian berlangsung. Jessica dilaporkan terjebak di toilet kapal.
Pada hari ketiga pencarian, Kamis (15/10/2026), sebanyak 104 personel gabungan dikerahkan sejak pukul 06.00 WITA. Operasi dibagi ke sejumlah sektor untuk memperluas pencarian hingga perairan sekitar Pulau Padar.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan setiap unit pencarian bertugas menyisir wilayah yang telah ditentukan.
“Pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian hingga perairan Pulau Padar. Area pencarian dibagi sesuai sektor masing-masing SRU (Search and Rescue Unit),” kata Fathur dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Tim penyelam dibagi menjadi dua kelompok, yakni Tim A dan Tim B, yang bekerja secara bergantian sejak pagi hingga sore. Kedalaman penyelaman mencapai 42 meter.
Untuk memeriksa area yang lebih sulit dijangkau, tim turut menggunakan drone bawah air milik PT Famindo yang diangkut dengan KM Hiu Macan 03 milik KKP Kupang. Perangkat tersebut memantau perairan sekitar Pulau Tatawa Kecil dan Batu Bolong hingga kedalaman 90 meter.
Sebelum penyisiran dilanjutkan ke arah utara Pulau Padar, personel KPC Polair Polda NTT bersama keluarga korban menggelar doa di lokasi pencarian.
Hingga Kamis sore, Jessica belum ditemukan. Operasi kemudian dihentikan sementara. Armada kembali ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk evaluasi sebelum pencarian dilanjutkan pada Jumat pagi.
Pencarian hari keempat kembali dilakukan dengan menyisir permukaan dan dasar laut menggunakan personel serta peralatan khusus. Namun, upaya itu belum membawa tim SAR pada keberadaan Jessica.
Bagi tim SAR, pencarian berarti memeriksa kembali titik-titik yang belum tuntas dan memperluas penyisiran ke area lain. Bagi keluarga Jessica, yang telah datang ke Labuan Bajo sejak Rabu, penantian itu belum berakhir.
Editor: Sefnat Besie