Gelak Tawa Hapus Trauma, Polres Mabar Bersama IASI di Antara Korban Gempa di Labuan Bajo
Perwakilan Tim Relawan IASI, Suster Pia Yustina Sutini, OSU, mengungkapkan komitmen moral di balik aksi kolaboratif ini.
"Nilai dasar kami adalah pelayanan tanpa sekat. Ketika bencana melanda Manggarai Barat, kami tidak bisa tinggal diam. Sinergi bersama Polres Mabar membuat pemetaan lapangan menjadi sangat presisi," ungkap Sr. Tini, OSU.
Total operasi kemanusiaan ini menjangkau tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Boleng, Komodo, dan Mbeliling, dengan menyalurkan bantuan kepada lebih dari 1.358 warga.
Bantuan fisik yang disalurkan mencakup 200 paket sembako, 70 kasur spons lipat, 700 selimut, 520 handuk bersih (clean kit), 50 sarung, 10 karpet, serta puluhan dus biskuit dan susu nutrisi anak.
Ustadz Kafi, Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghafilin Labuan Bajo, menyampaikan apresiasi mendalam. "Bantuan sarana tidur dan paket nutrisi ini sangat berarti. Namun yang lebih penting adalah rasa tenang karena kami merasa tidak berjalan sendiri menghadapi musibah ini," ujarnya penuh haru.
Keberhasilan aksi kemanusiaan terpadu ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko.
Melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kapolda menegaskan bahwa aksi cepat tanggap ini merupakan pengejawantahan nyata komitmen Polri yang senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam situasi krisis.
"Bapak Kapolda NTT memberikan apresiasi penuh dan rasa bangga atas kolaborasi kemanusiaan ini. Kehadiran Polri di lapangan tidak hanya menjaga stabilitas Kamtibmas, tetapi juga membawa empati, pemulihan kesehatan, serta penanganan psikososial secara langsung," jelas Kombes Pol Henry dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).
Meski rangkaian kegiatan utama periode 21–25 September 2026 telah rampung, Polres Manggarai Barat memastikan bahwa pemantauan kesehatan berkala (monitoring follow-up) akan terus berjalan, khususnya di lingkungan pesantren, asrama sekolah, dan kawasan rentan lainnya agar masyarakat dapat pulih sepenuhnya.
Editor: Sefnat Besie