Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Satgas Yonarhanud 2 Kostrad Akhiri Tugas di Perbatasan TTU, Penggantinya Yonarmed 15 Cailendra
Advertisement . Scroll to see content

Gelak Tawa Hapus Trauma, Polres Mabar Bersama IASI di Antara Korban Gempa di Labuan Bajo

Minggu, 27 September 2026 | 20:10 WIB
  • author *Sefnat Besie
Gelak Tawa Hapus Trauma, Polres Mabar Bersama IASI di Antara Korban Gempa di Labuan Bajo
Polres Manggarai Barat berkolaborasi dengan Tim Relawan dan Pelayanan Medis Ikatan Alumni Serviam Indonesia (IASI) hapus trauma anak anak korban Gempa Flores. (Foto: Istimewa).


MANGGARAI BARAT, iNewsTTU.id — Gelak tawa anak-anak mendadak membahana di halaman Asrama Putri Arnoldus Yansen, Desa Batu Cermin. Di antara barisan tenda darurat dan dinding-dinding bangunan yang masih menyisakan retakan akibat guncangan gempa, sejumlah personel kepolisian berseragam lengkap tampak berlari kecil, bermain tebak kata, dan bernyanyi bersama puluhan siswa.

Keriuhan bersahaja itu sejenak mampu menghapus bayang-bayang ketakutan dan trauma mendalam pascagempa bumi yang menggetarkan wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selama lima hari penuh, mulai 21 hingga 25 September 2026, sebuah kerja kemanusiaan lintas elemen digelar secara masif. Polres Manggarai Barat melalui Satuan Binmas dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) berkolaborasi erat dengan Tim Relawan dan Pelayanan Medis Ikatan Alumni Serviam Indonesia (IASI).

Mereka menerjunkan personel dan bantuan terpadu yang memadukan tiga pilar utama: pemulihan psikososial (trauma healing), pelayanan kesehatan medis dasar, serta penyaluran logistik.

Sentuh Luka Batin Kelompok Rentan

Guncangan gempa bumi di Manggarai Barat tidak hanya meretakkan fondasi fisik bangunan, tetapi juga meretas ketenangan jiwa kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia yang berisiko mengalami kecemasan hebat hingga gangguan tidur (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD).

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menegaskan bahwa pemulihan trauma mental sama mendesaknya dengan penanganan fisik pascabencana.

    "Kami menyadari bahwa luka fisik bisa dijahit dan bangunan roboh bisa dibangun kembali. Namun, luka batin anak-anak akibat trauma bencana butuh sentuhan kasih yang cepat dan tepat," ujar AKBP Christian Kadang saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2026) sore.

Di setiap titik operasi—mulai dari Pesisir Rangko, Dusun Capi, Desa Melo, hingga kompleks asrama sekolah—pendampingan psikososial dikemas secara interaktif. Anak-anak diajak bernyanyi, mewarnai, serta mempraktikkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Maria (10), siswi asal Desa Melo, mengaku, "Kemarin-kemarin kalau dengar bunyi keras sedikit saya langsung takut dan mau lari keluar rumah. Tapi hari ini senang sekali bisa main tebak-tebakan sama kakak-kakak polisi dan ibu dokter. Diberi susu dan biskuit juga," tuturnya polos dengan mata berbinar.

Kolaborasi Lintas Sektoral dan Sinergi IASI

Selain aspek psikologis, ancaman penyakit pascabencana turut diantisipasi secara serius. Banyak warga lansia dan pengasuh asrama yang mengalami lonjakan tekanan darah akibat stres dan kelelahan kronis.

Si Dokkes Polres Mabar bersama relawan IASI—organisasi alumni Ursulin yang mengusung semangat "Serviam" (Aku Mengabdi)—turun langsung melakukan pemeriksaan dari pintu ke pintu (door-to-door) bagi warga lansia serta penyandang disabilitas.

Perwakilan Tim Relawan IASI, Suster Pia Yustina Sutini, OSU, mengungkapkan komitmen moral di balik aksi kolaboratif ini.

    "Nilai dasar kami adalah pelayanan tanpa sekat. Ketika bencana melanda Manggarai Barat, kami tidak bisa tinggal diam. Sinergi bersama Polres Mabar membuat pemetaan lapangan menjadi sangat presisi," ungkap Sr. Tini, OSU.

Total operasi kemanusiaan ini menjangkau tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Boleng, Komodo, dan Mbeliling, dengan menyalurkan bantuan kepada lebih dari 1.358 warga.

Bantuan fisik yang disalurkan mencakup 200 paket sembako, 70 kasur spons lipat, 700 selimut, 520 handuk bersih (clean kit), 50 sarung, 10 karpet, serta puluhan dus biskuit dan susu nutrisi anak.

Ustadz Kafi, Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghafilin Labuan Bajo, menyampaikan apresiasi mendalam. "Bantuan sarana tidur dan paket nutrisi ini sangat berarti. Namun yang lebih penting adalah rasa tenang karena kami merasa tidak berjalan sendiri menghadapi musibah ini," ujarnya penuh haru.

Apresiasi Tinggi dari Kapolda NTT

Keberhasilan aksi kemanusiaan terpadu ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko.

Melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kapolda menegaskan bahwa aksi cepat tanggap ini merupakan pengejawantahan nyata komitmen Polri yang senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam situasi krisis.

    "Bapak Kapolda NTT memberikan apresiasi penuh dan rasa bangga atas kolaborasi kemanusiaan ini. Kehadiran Polri di lapangan tidak hanya menjaga stabilitas Kamtibmas, tetapi juga membawa empati, pemulihan kesehatan, serta penanganan psikososial secara langsung," jelas Kombes Pol Henry dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

Meski rangkaian kegiatan utama periode 21–25 September 2026 telah rampung, Polres Manggarai Barat memastikan bahwa pemantauan kesehatan berkala (monitoring follow-up) akan terus berjalan, khususnya di lingkungan pesantren, asrama sekolah, dan kawasan rentan lainnya agar masyarakat dapat pulih sepenuhnya.

 

 

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut