Pasar Perbatasan Napan Mulai Diuji Coba, UMKM Sumringah namun Masih Terkendala Akses Lintas Batas
Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat pada uji coba perdana menunjukkan adanya peluang besar bagi perputaran ekonomi di kawasan tersebut.
“Kalau perputaran ekonomi bagus, uang yang beredar banyak, secara tidak langsung ekonomi daerah juga akan bergerak,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan yang lebih adaptif terhadap karakteristik kawasan perbatasan, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau kita bicara pasar bebas, harus ada kemudahan. Di perbatasan ini masyarakat Indonesia dan Timor-Leste masih memiliki hubungan kekerabatan. Mereka bukan orang lain,” katanya.
Fahmi juga meminta adanya perhatian dan relaksasi kebijakan bagi pelaku UMKM di daerah yang sedang berupaya mengembangkan usaha.
Menurut dia, kebijakan pemerintah seharusnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh secara ekonomi.
“Jangan ketika bicara pajak masyarakat dikejar-kejar dan ingin dimaksimalkan, tetapi ketika rakyat berinisiatif menumbuhkan ekonomi justru kebijakannya kaku,” tegas Ketua JAPNAS NTT.
Dengan berbagai potensi tersebut, pemerintah daerah berharap Pasar Perbatasan Napan dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru sekaligus memperkuat hubungan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia dan Timor-Leste.
Editor : Sefnat Besie