Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Siapkan Strategi Hadapi Kemarau, Ini Langkah Perumda Tirta Cendana Atasi Ketersediaan Air
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pilu, Gegara Asam Rumah Anak Yatim Piatu Penyandang Disabilitas di TTU Dibongkar Warga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:22 WIB
  • author *Sefnat Besie
Kisah Pilu, Gegara Asam Rumah Anak Yatim Piatu Penyandang Disabilitas di TTU Dibongkar Warga
Rumah anak yatim piatu penyandang disabilitas di Kabupaten Timor Tengah Utara NTT dibongkar paksa oleh warga hanya gegara biji asam. (Foto: istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Nasib memprihatinkan dialami Vinsensius Sanam (23), seorang anak yatim piatu penyandang disabilitas asal Desa Nian, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal sekaligus satu-satunya aset peninggalan kedua orang tuanya, diduga dibongkar secara paksa oleh sejumlah warga pada Minggu (9/8/2026).

Akibat kejadian tersebut, Vinsensius kini tidak lagi memiliki tempat tinggal dan terpaksa menumpang di rumah keluarga.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Kniti, RT/RW 001/001, Dusun A, Desa Nian. Menurut keterangan Vinsensius, pembongkaran diduga dilakukan oleh empat orang, yakni Domi Naif dan Melki Tlaan yang merupakan warga Desa Nian, serta Tinus Opat dan Marsel Lalus yang disebut berasal dari Desa Ainan, Kecamatan Musi.

Kepada wartawan, Rabu (12/8/2026), Vinsensius mengatakan persoalan tersebut diduga bermula dari persoalan tanaman asam di kebun miliknya pada Sabtu (8/8/2026).

Saat itu, ia mengaku ditegur oleh anak dari tetangganya, Hendrikus Oba Mamo, yang mempersoalkan buah asam yang dipetiknya.

Vinsensius menyebut dirinya tetap diam dan kemudian mendatangi rumah pamannya untuk menyampaikan persoalan tersebut. Namun, menurut dia, persoalan justru berlanjut setelah ibu dari anak tersebut, Elisabeth Kono, datang dan memarahinya.

"Saat itu anak dari Bapak Hendrik marah-marah saya bilang saya petik mereka punya asam. Padahal asam itu milik orang tua saya. Saat dia marah-marah, saya diam," ujar Vinsensius.

Sehari kemudian, rumah yang ditempatinya dibongkar.

Vinsensius mengaku tidak berada di rumah ketika pembongkaran berlangsung. Saat itu, ia sedang beristirahat di rumah mama besarnya.

Ia baru mengetahui rumahnya telah dibongkar setelah mendapat informasi dari anggota keluarga. Ketika tiba di lokasi, ia mengaku hanya mampu merekam kejadian tersebut menggunakan telepon selulernya.

"Saya datang mereka marah-marah dan saya tidak bisa berbuat banyak. Saya hanya videokan pembongkaran paksa rumah saya tersebut. Ini videonya saya masih simpan," katanya.

Vinsensius juga menuturkan, saat pembongkaran berlangsung, Bernadetha Mamo yang disebut sebagai anak Hendrikus Mamo berada di lokasi. Ia juga mengklaim terdapat sejumlah pihak yang mempersoalkan status tanah tempat rumah tersebut berdiri.

Menurut Vinsensius, Bernadetha bahkan menyatakan tanah yang ditempatinya merupakan tanah milik mereka. Ia juga menyebut Kepala Desa Ainan, Lambertus Lalus, berada di lokasi saat kejadian, meski menurut pengakuannya tidak ikut membongkar rumah.

Namun, seluruh keterangan tersebut merupakan klaim dari Vinsensius dan masih memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut.

Bagi Vinsensius, kehilangan rumah tersebut bukan sekadar kehilangan tempat tinggal. Rumah itu merupakan peninggalan terakhir dari kedua orang tuanya.

Ia mengatakan ibunya meninggal pada 2007, sedangkan ayahnya meninggal pada 2021.

"Rumah ini adalah satu-satunya aset yang ditinggalkan oleh Bapak dan Mama," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Kini, Vinsensius harus menjalani hari-harinya dengan menumpang di rumah keluarga.

"Sekarang saya tidak ada rumah lagi. Saat ini saya menginap di rumah mama besar saya," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Persoalan pembongkaran rumah tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut tempat tinggal seorang anak yatim piatu penyandang disabilitas. 

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut