get app
inews
Aa Text
Read Next : Persiapan Pasar Perbatasan PLBN Napan Dimatangkan, Launching Dijadwalkan 14 Agustus 2026

KPK RI Sambangi Satu Sekolah Dasar di Timor Tengah Utara NTT yang Masih Berlantai Tanah

Kamis, 23 Juli 2026 | 06:47 WIB
header img
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI, Amir Arief saat mengajar di SD Negeri 2 Tublopo, Desa Tublopo. (Foto: istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) melalui program KPK Mengajar menyambangi SD Negeri 2 Tublopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI, Amir Arief, didampingi rombongan KPK bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada anak-anak sejak usia dini.

Dalam kesempatan itu, Amir Arief menjelaskan bahwa KPK Mengajar bukan bertujuan memberantas korupsi di lingkungan sekolah secara langsung, melainkan menanamkan karakter jujur, berani, dan bertanggung jawab kepada para siswa.

"Program ini menanam bibit kejujuran sejak kecil. Harapannya, 15 hingga 20 tahun ke depan Kabupaten TTU memiliki pemimpin yang berani, jujur, dan bersih," ujarnya.

Untuk menyampaikan pesan antikorupsi kepada para siswa, KPK menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan, seperti permainan edukatif, menonton film, hingga simulasi perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak membiasakan diri mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, berani mengakui kesalahan, dan melaporkan tindakan menyontek kepada guru.

Selain memberikan edukasi, Amir Arief juga menyoroti kondisi SD Negeri 2 Tublopo yang dinilai memprihatinkan. 

Ia mengungkapkan, sekolah tersebut dipilih sebagai lokasi KPK Mengajar setelah pihaknya melihat kondisi bangunan melalui informasi di internet.

Menurutnya, para orang tua, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten TTU perlu bergotong royong mendukung pembangunan gedung sekolah yang permanen agar para siswa memperoleh fasilitas belajar yang layak.

"Kami berharap masyarakat mendukung pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan untuk membangun gedung permanen bagi SD Negeri 2 Tublopo. Anak-anak di desa ini berhak mendapatkan sarana pendidikan yang baik karena mereka adalah generasi penerus Kabupaten TTU," katanya.

Amir menegaskan bahwa penyediaan fasilitas pendidikan yang layak merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

 Ia berharap Bupati TTU bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat segera mencari solusi agar pembangunan gedung sekolah dapat direalisasikan.

SD Negeri 2 Tublopo saat ini memiliki 76 siswa. Namun, proses belajar mengajar masih berlangsung di ruang kelas yang berlantaikan tanah dan berdinding bebak. Saat musim hujan, air kerap masuk ke dalam ruang kelas melalui celah-celah dinding sehingga mengganggu kegiatan belajar.

Kepala SD Negeri 2 Tublopo, Obed Selan, mengaku bangga sekolah yang dipimpinnya dipilih sebagai lokasi program KPK Mengajar. 

Menurutnya, dari 274 sekolah dasar yang ada di Kabupaten TTU, SD Negeri 2 Tublopo mendapat kesempatan untuk menerima edukasi langsung dari KPK.

Obed berharap nilai keberanian dan kejujuran yang ditanamkan melalui program tersebut dapat menjadi karakter para siswa hingga dewasa, sehingga melahirkan generasi penerus yang mampu membawa TTU menjadi daerah yang lebih maju.

Ia juga berharap pembangunan gedung permanen bagi SD Negeri 2 Tublopo dapat direalisasikan pada tahun 2026.

 Menurutnya, masyarakat telah menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah, namun sebagian area masih masuk dalam kawasan hutan sehingga memerlukan proses pelepasan kawasan melalui koordinasi antara Dinas Kehutanan dan Dinas Pendidikan serta Kebudayaan TTU.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut