get app
inews
Aa Text
Read Next : Alunan Suling Bambu Hipnotis Penonton, Siswi Asal Nabire Papua Jadi Sorotan

Wulanggitang Belum Selesai dengan Ketertinggalan, Ini Tiga Pilar yang Didorong Camat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 02:47 WIB
header img
Situasi perayaan HUT ke-81 RI di Desa Ojandetun, Wulanggitang, Flores Timur (Foto: iNewsTTU.id/ Marten Liwu)

Flores Timur, iNewsTTU.id- Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Desa Ojandetun, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Senin (17/8/2026), menjadi ruang bagi Camat Karolus Kelemur untuk menyampaikan pekerjaan besar yang masih menanti wilayah itu. 

Ia menempatkan pendidikan, kesehatan, dan pertanian sebagai tiga pilar yang harus diperkuat jika kemerdekaan ingin benar-benar dirasakan dalam kehidupan masyarakat.

Bagi Karolus, kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial. Makna kemerdekaan, menurut dia, harus terlihat dari kemampuan pemerintah dan masyarakat menjawab persoalan yang masih dihadapi warga.

Pendidikan menjadi sektor pertama yang ia soroti.

Karolus menegaskan tidak boleh ada anak di Wulanggitang yang kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Ia bahkan menyebut anak-anak sebagai “peluru kendali masa depan” untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan.

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk memutus rantai ketertinggalan," ujar Karolus.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para guru yang selama ini bekerja di berbagai pelosok Wulanggitang. Tantangan pendidikan, kata dia, semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan masuknya masyarakat ke era digital.

Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya mengejar kemampuan akademik.

"Saya meminta kerja sama dari para orang tua dan sekolah untuk tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter, moralitas, dan pemenuhan gizi anak-anak kita sejak dini agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas," pintanya.

Setelah pendidikan, Karolus menempatkan kesehatan sebagai pilar penting pembangunan Wulanggitang.

Ia mengakui pemerintah kecamatan bersama berbagai pihak terus berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun, data cakupan pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan masih terdapat kesenjangan yang perlu segera ditangani.

Dari 15.498 penduduk Wulanggitang, baru sekitar 6.147 orang yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Cakupannya baru mencapai 39,66 persen.

Angka tersebut menunjukkan masih banyak warga yang belum mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Karolus meminta UPTD Puskesmas, pemerintah desa, kader posyandu, linmas, dan seluruh elemen masyarakat tidak hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan. Pelayanan, menurutnya, perlu semakin didekatkan hingga ke rumah-rumah warga.

"Kita harus memastikan tidak ada lagi warga yang abai terhadap kesehatannya. Karena meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat adalah tugas kita bersama bukan hanya dari petugas kesehata," kata Karolus.

Di sisi lain, ia menyebut penurunan prevalensi stunting sebagai perkembangan yang patut diapresiasi. Angka stunting di Wulanggitang kini berada di 17,6 persen, turun dari 19,1 persen.

Namun, capaian tersebut belum dianggap cukup.

Karolus menargetkan Wulanggitang dapat mencapai kondisi zero stunting. Upaya menuju target itu akan dilakukan melalui sejumlah pendekatan dan program, termasuk KOMPAS, GENTING, dan GATI.

Ia juga mendorong pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, akademisi, badan usaha, komunitas masyarakat, dan media massa. Menurutnya, persoalan kesehatan dan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan.

Sektor ketiga yang mendapat perhatian adalah pertanian.

Karolus melihat Wulanggitang memiliki modal alam yang kuat. Kesuburan tanah, menurut dia, semestinya tidak berhenti sebagai potensi, tetapi harus mampu menghasilkan nilai ekonomi yang dirasakan langsung oleh petani.

Desa Ojandetun secara khusus didorong untuk mengembangkan potensi pertaniannya agar dapat tumbuh sebagai salah satu lumbung pangan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain pertanian, potensi kelautan juga dinilai belum sepenuhnya dikelola.

Karolus meminta pemerintah Desa Ojandetun bersama perangkat desa, BPD, kelompok tani, dan kelompok nelayan mulai menyusun strategi yang lebih inovatif. Dana desa dan berbagai program pemberdayaan, kata dia, dapat diarahkan untuk mengoptimalkan potensi pertanian dan kelautan.

Keterbatasan jaringan internet di Ojandetun yang masih menghadapi blank spot juga tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti mengembangkan ekonomi desa.

Komoditas lokal, menurut Karolus, harus didorong menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Namun, ia mengingatkan bahwa seluruh potensi tersebut tidak akan berkembang jika masyarakat masih terjebak dalam ego sektoral dan perpecahan.

Semangat gotong royong, kata dia, harus kembali menjadi kekuatan utama pembangunan.

"Melalui momentum HUT ke-81 RI ini, mari kita tanggalkan ego sektoral. Mari kita perkuat tali persaudaraan dan tingkatkan kualitas pelayanan publik guna menjawab berbagai tantangan wilayah, baik dalam sektor ekonomi, kesehatan, infrastruktur, maupun pendidikan," ucapnya.

Karolus menilai pembangunan Wulanggitang tidak mungkin ditangani oleh satu pihak. Forkopimcam, jajaran kecamatan, kepala UPTD, pemerintah desa, BPD, para pendidik, hingga tokoh masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjawab persoalan warga.

Di penghujung pesannya, ia kembali menaruh perhatian pada generasi muda.

Kepada para pendidik, Karolus menyampaikan terima kasih atas pengabdian mereka dalam mencerdaskan anak-anak Wulanggitang. Sementara kepada para pelajar, ia mengingatkan bahwa kemerdekaan harus menjadi dorongan untuk mempersiapkan masa depan, bukan sekadar momentum tahunan.

"Giatlah belajar, tingkatkan disiplin, jauhi hal-hal negatif, dan gantungkan cita-citamu setinggi langit agar kelak kalian bisa mengikuti jejak para pemimpin daerah kita," tutupnya.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut