get app
inews
Aa Text
Read Next : BK DPRD TTU Periksa Dirut RS Leona dan Nakes, Dalami Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Dugaan Intimidasi Berujung Duka, Yabiku NTT Tagih Keseriusan Polisi Usut Kasus Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 | 01:38 WIB
header img
Maria Filiana Tahu, Direktur LSM Yabiku, LSM Pemerhati perempuan dan anak di NTT. Foto: Istimewa).

KUPANG, iNewsTTU.id – Meninggalnya dr. Icha Pakaenoni yang diduga mengalami tekanan psikis setelah mendapat intimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD)  RS Leona Kefamenanu terus menjadi perhatian publik. Berbagai elemen masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus tersebut.

Salah satunya Ketua LSM Pemerhati Perempuan Yayasan Amnaut Bife Kuan (YABIKU) NTT, Maria Filiana Tahu, meminta Polres Timor Tengah Utara (TTU) bekerja cepat dan tepat dalam menangani kasus yang menimpa dokter muda tersebut.

Menurut Maria, penanganan yang berlarut-larut dikhawatirkan dapat berdampak pada ketertiban masyarakat serta mengganggu pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

"Kami meminta Polres TTU bekerja cepat dan tepat dalam mengusut kasus ini. Jika terlalu lama, maka akan berdampak pada ketertiban masyarakat dan menghambat pelayanan dari lembaga pemerintahan," ujar Maria, Senin malam, (29/6/2026).

Ia menilai, penanganan yang cepat dan profesional akan menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak dalam memberikan perlindungan kepada para pelayan kemanusiaan, terutama tenaga kesehatan yang berada di garis depan menjaga keselamatan pasien.

"Kasus ini harus menjadi pembelajaran berharga untuk perlindungan terhadap semua pelayan kemanusiaan, khususnya tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan hidup masyarakat," tegasnya.

Maria juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian dr. Icha Pakaenoni yang telah dimakamkan di Kupang pada Senin sore.

"Kami turut berdukacita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan penghiburan sejati," ungkapnya.

Sebelum meninggal dunia, dr. Icha diduga mendapat intimidasi dari keluarga pasien korban gigitan ular, yang salah satunya merupakan anggota DPRD Kabupaten TTU. Kasus tersebut kini masih bergulir di kepolisian.

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan terhadap tiga anggota DPRD yang diduga terkait dalam peristiwa tersebut.

"Kami sedang melakukan permintaan keterangan terhadap tiga anggota DPRD tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan," kata Kapolres.

Kasus ini pun terus menjadi sorotan publik dan memunculkan desakan agar ada perlindungan yang lebih kuat bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka.

 

 

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut