PELTI NTT Gelar Turnamen Bergengsi, Bidik Atlet Potensial untuk PON 2028
Ketua Panitia, Luther Kara, menjelaskan bahwa kejuaraan tahun ini mempertandingkan 11 kelas dalam tiga kategori utama, yaitu kategori Junior, Beginner (pemula), dan Beregu/Open.
Untuk kategori junior, pertandingan dibagi dalam enam kelompok usia, mulai dari usia 6–8 tahun hingga 16–18 tahun, baik putra maupun putri. Sementara kategori Beginner mempertandingkan nomor ganda putra dan putri, sedangkan kategori Beregu dan Open menjadi wadah bagi para atlet senior dan pehobi tenis untuk berkompetisi.
Menurut Luther, pembagian kategori tersebut bertujuan menciptakan kompetisi yang sehat sekaligus memberikan kesempatan bagi atlet di berbagai kelompok usia untuk mengasah kemampuan bertanding.
"Fokus utama turnamen ini adalah pembinaan. Kami ingin menciptakan ruang kompetisi yang berkualitas sehingga atlet-atlet muda NTT memiliki pengalaman bertanding dan dapat dipersiapkan menuju PON 2028," katanya.
Selain menjadi ajang pencarian bibit atlet, turnamen ini juga memperebutkan total hadiah sebesar Rp60 juta dan piala bergilir NTT Cup.
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen ini juga datang dari Kemenpora. Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora RI, Sobihan, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk aktif berolahraga melalui Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR).
Sementara itu, kehadiran peserta dari seluruh kabupaten/kota di NTT serta Timor Leste menunjukkan bahwa tenis lapangan semakin diminati dan memiliki peluang besar untuk terus berkembang di wilayah NTT.
Melalui penyelenggaraan Piala NTT Cup 2026, PELTI NTT berharap pembinaan tenis lapangan dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang nantinya mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional maupun internasional.
Editor : Sefnat Besie