Menelusuri Sejarah Awal Lapangan Terbang Sasi, Jejak Transportasi Udara Pertama di TTU
Tidak hanya menuju ibu kota provinsi, perjalanan ke desa-desa di dalam wilayah TTU pun harus ditempuh dengan berjalan kaki atau menunggang kuda. Saat itu, TTU baru memiliki lima kecamatan dan tiga wilayah swapraja dengan akses yang masih sangat terbatas.
Pada masa pemerintahan pejabat pertama Bupati TTU, D.C. Saudale (1958–1960), persoalan transportasi mulai menjadi perhatian pemerintah.
Upaya itu kemudian dilanjutkan oleh Bupati Drs. Petrus Canisius Tarcisius Salassa yang memimpin pada 1960–1964.

Namun, gagasan pembangunan lapangan terbang mulai serius diperjuangkan pada masa Bupati Antonius Lede Umbu Zaza. Saat itu, pemerintah melihat hampir setiap kabupaten di NTT mulai memiliki lapangan terbang perintis, termasuk Atambua.
Sementara TTU masih terisolasi akibat rusaknya jalan menuju Kupang maupun Atambua. “Karena itu pemerintah mulai mencari lokasi yang memungkinkan untuk dijadikan lapangan terbang. Setelah ditelusuri, daerah Sasi dianggap paling cocok,” tutur Anton.
Editor : Sefnat Besie