get app
inews
Aa Text
Read Next : Tani Merdeka Gelar Diklat Nasional untuk Cetak Petani Unggul Indonesia

Gunung Lewotobi di Flores Timur Bersatus Siaga, Aktivitas Tremor Tinggi

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:39 WIB
header img
Penampakan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores yang berstatus siaga (Foto: PVMBG)

“Atas dasar itu, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dinaikkan dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga,” ujar Lana.

Dalam periode pengamatan terakhir, tercatat satu gempa harmonik dengan amplitudo 7,4 milimeter dan durasi 48 detik. Selain itu, terdapat 18 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 4,4 hingga 11 milimeter dan lama gempa 70-110 detik.

Aktivitas lain yang turut terekam yakni enam gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 2,9-11 milimeter, satu gempa tektonik lokal, serta dua gempa tektonik jauh. Namun, Badan Geologi menilai aktivitas tektonik belum menjadi faktor dominan pemicu peningkatan vulkanik utama.

Menurut Lana, tremor non-harmonik yang masih tinggi menunjukkan fluida di bagian dangkal gunung terus bergerak aktif. Aktivitas itu diperkuat dengan munculnya guguran dan hembusan di sekitar kawah yang terpantau pada beberapa hari pengamatan, terutama pada 2-3 Mei dan 6 Mei.

“Tekanan dari dalam mulai memengaruhi bagian permukaan kawah,” kata dia.

Pemantauan deformasi melalui tiltmeter Wolorona juga memperlihatkan pola inflasi atau penggembungan tubuh gunung yang terus menguat hingga awal Mei. Kondisi tersebut menandakan adanya akumulasi tekanan dalam sistem magmatik Gunung Lewotobi Laki-laki.

Badan Geologi menilai kombinasi antara inflasi dan tingginya gempa vulkanik dalam menunjukkan sistem magmatik gunung sedang berada pada fase aktif pengisian tekanan. Pola aktivitas itu disebut memiliki kemiripan dengan fase awal sebelum erupsi pada 2024.

Kendati demikian, parameter dangkal seperti gempa low frequency dan vulkanik dangkal belum berkembang seintens fase erupsi besar 2025.

“Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini diinterpretasikan berada pada fase peningkatan tekanan magmatik dengan potensi berkembang menjadi erupsi skala kecil hingga menengah apabila tekanan terus terakumulasi,” ujar Lana.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut