get app
inews
Aa Text
Read Next : LPSK NTT Soroti Perlindungan Saksi dan Korban di Flores Timur, Pemda Siapkan Ranperda

Gunung Lewotobi di Flores Timur Bersatus Siaga, Aktivitas Tremor Tinggi

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:39 WIB
header img
Penampakan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores yang berstatus siaga (Foto: PVMBG)

Flores Timur, iNewsTTU.id- Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur kembali meningkat. Badan Geologi resmi menaikkan status gunung api setinggi 2.584 meter di atas permukaan laut itu dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga pada Selasa, 12 Mei 2026, pukul 13.00 Wita.

Kenaikan status diputuskan setelah pemantauan intensif menunjukkan tekanan magma di bawah tubuh gunung terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir. Peningkatan itu tercermin dari lonjakan kegempaan vulkanik dan deformasi tubuh gunung yang mengarah pada fase pengisian magma aktif.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak awal Mei. Salah satu parameter paling menonjol terlihat pada gempa vulkanik dalam atau VA yang sempat mencapai 21 hingga 32 kali per hari pada periode 1-4 Mei 2026.

“Peningkatan VA mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman yang cukup kuat menuju sistem gunung api,” kata Lana dalam keterangan resmi, Selasa.

Meski frekuensi gempa sempat menurun menjadi sekitar 8 hingga 12 kejadian per hari menjelang 10 Mei, Badan Geologi menilai aktivitas tersebut masih berada di atas ambang normal. Proses pengisian magma di bawah gunung diperkirakan masih berlangsung.

“Atas dasar itu, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dinaikkan dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga,” ujar Lana.

Dalam periode pengamatan terakhir, tercatat satu gempa harmonik dengan amplitudo 7,4 milimeter dan durasi 48 detik. Selain itu, terdapat 18 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 4,4 hingga 11 milimeter dan lama gempa 70-110 detik.

Aktivitas lain yang turut terekam yakni enam gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 2,9-11 milimeter, satu gempa tektonik lokal, serta dua gempa tektonik jauh. Namun, Badan Geologi menilai aktivitas tektonik belum menjadi faktor dominan pemicu peningkatan vulkanik utama.

Menurut Lana, tremor non-harmonik yang masih tinggi menunjukkan fluida di bagian dangkal gunung terus bergerak aktif. Aktivitas itu diperkuat dengan munculnya guguran dan hembusan di sekitar kawah yang terpantau pada beberapa hari pengamatan, terutama pada 2-3 Mei dan 6 Mei.

“Tekanan dari dalam mulai memengaruhi bagian permukaan kawah,” kata dia.

Pemantauan deformasi melalui tiltmeter Wolorona juga memperlihatkan pola inflasi atau penggembungan tubuh gunung yang terus menguat hingga awal Mei. Kondisi tersebut menandakan adanya akumulasi tekanan dalam sistem magmatik Gunung Lewotobi Laki-laki.

Badan Geologi menilai kombinasi antara inflasi dan tingginya gempa vulkanik dalam menunjukkan sistem magmatik gunung sedang berada pada fase aktif pengisian tekanan. Pola aktivitas itu disebut memiliki kemiripan dengan fase awal sebelum erupsi pada 2024.

Kendati demikian, parameter dangkal seperti gempa low frequency dan vulkanik dangkal belum berkembang seintens fase erupsi besar 2025.

“Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini diinterpretasikan berada pada fase peningkatan tekanan magmatik dengan potensi berkembang menjadi erupsi skala kecil hingga menengah apabila tekanan terus terakumulasi,” ujar Lana.

Seiring peningkatan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Warga, pengunjung, maupun wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain ancaman erupsi, warga di sekitar lereng gunung diimbau mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di wilayah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

 

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut