get app
inews
Aa Text
Read Next : BEM Nusantara NTT Sebut Ada Dugaan Pembungkaman Anggota di RAT Kopdit Swasti Sari

Penyalahgunaan Barcode BBM Subsidi Marak di NTT, Pertamina Imbau Warga Tempuh Solusi Ini

Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB
header img
Polres Belu saat periksa CCTV guna mengidentifikasi dugaan mafia BBM dan barcode di SPBU Perbatasan Negara. Foto: Ist

“Biasanya kendala indikasi barcode digunakan oleh orang lain itu sering terjadi terkait nomor polisi kendaraan yang sudah dibeli di tangan kedua,” kata Ahad Rahedi saat dihubungi iNewsTTU dari Kupang, Minggu (10/5/2026).

Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu panik apabila mengalami kendala tersebut karena Pertamina telah menyiapkan solusi reset barcode di setiap SPBU.

“Kalau misalnya kejadian seperti itu, bisa kita bantu reset dan dibuatkan barcode baru. Di tiap SPBU sudah ada helpdesk kami, jadi jangan sungkan meminta bantuan petugas SPBU. Kalau ada kendala juga bisa disampaikan ke Pertamina Contact Center,” ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk secara berkala melakukan reset mandiri barcode melalui akun masing-masing guna meningkatkan keamanan penggunaan barcode BBM subsidi.

“Untuk pengamanan barcode, bisa dilakukan reset mandiri secara berkala di akun masing-masing. Nanti akan muncul kode barcode baru dan tentunya diupayakan untuk tidak sembarangan memberikan barcode kepada orang lain,” tambahnya.

Pertamina juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan barcode BBM subsidi.

“Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan barcode, segera disampaikan kepada kami untuk dilakukan pengecekan. Pertamina sudah jelas dan tegas terhadap sanksi jika terdapat pelanggaran di lembaga penyalur,” tegas Ahad.

Sementara itu, aparat penegak hukum juga terus melakukan penindakan terhadap praktik penyalahgunaan BBM subsidi di NTT.

Sebelumnya, Dirreskrimsus Polda NTT Kombes Pol Hans Rachmatulloh Irawan mengungkapkan, sejak Februari 2026 pihaknya telah menangani 27 laporan polisi yang saat ini masih dalam tahap penyidikan.

“Dari 27 perkara tersebut, terdapat sekitar 40 orang terlapor dengan berbagai modus, mulai dari modifikasi tangki kendaraan, penyalahgunaan barcode, hingga kerja sama dengan oknum operator SPBU,” ungkap Hans.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut