Momen Paskah di Perbatasan, Pastor Paroki Wini Imbau Umat Lawan Penyelundupan Ilegal
KEFAMENANU, iNewsTTU.id– Pastor Paroki Santo Fransiskus Xaverius Wini, Romo Yoris Samuel Giri, Pr mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh umat dan masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL.
Dalam momentum perayaan Paskah, tokoh agama ini mengajak masyarakat untuk menjauhi segala bentuk aktivitas penyelundupan barang ilegal yang dapat merugikan bangsa dan negara.
Imbauan tersebut disampaikan Romo Yoris di tengah pelaksanaan Misa Paskah di Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Minggu (5/4/2026).
Sebagai pastor yang juga bermitra dengan TNI dan aparat keamanan, ia menekankan pentingnya sinergi untuk menjaga kedaulatan tanah air.

"Sebagai manusia Paskah dan umat Katolik, mari kita bekerja sama menjaga bangsa dan tanah air kita. Saya mengajak seluruh umat untuk bermitra dengan pemerintah dan aparat keamanan guna menggagalkan penyelundupan barang-barang ilegal melalui jalur tikus," tegas Romo Yoris dalam pesan gembalanya.
Ia menambahkan bahwa aktivitas ilegal di garis perbatasan sangat membahayakan stabilitas bangsa, baik bagi Indonesia maupun Timor Leste.
Menurutnya, menjaga tanah air mulai dari titik terluar merupakan bentuk pengabdian nyata sebagai anak bangsa.
"Semoga ke depan negara kita semakin dipulihkan, baik dari sisi politik maupun ekonomi. Kita adalah anak bangsa yang luar biasa di tepian negeri ini," imbuhnya.
Imbaun dari tokoh agama ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat perbatasan, ia mengatakan imbauan dari tokoh agama ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,.
"Ini imbauan yang sangat bagus, sebagai warga negara yang taat hukum mari kita bekerjasama agar hindari perbuatan yang melawan hukum agar suasana di perbatsan tetap kondusif dari upaya penyelundupan,"ungkap Kris Bifel.
Aksi Spanduk Aliansi Masyarakat
Pantauan di lapangan, seruan serupa juga datang dari elemen masyarakat. Aliansi Masyarakat Penjaga Perbatasan terpantau memasang poster dan spanduk di sejumlah titik strategis di wilayah Wini, mulai dari gerbang masuk gereja hingga kawasan Menara Suar Wini dan spanduk di arah ke PLBN Wini.

Spanduk-spanduk berisi penolakan terhadap aktivitas ilegal tersebut tidak hanya terlihat di wilayah TTU.
Aksi serupa juga meluas hingga ke wilayah perbatasan Kabupaten Kupang, tepatnya di Oepoli, yang berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse, Timor Leste.
Raja Amfoang di Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Distrik Oekusi juga terus menedukasi warganya, Robby Manoh mengajak warganya agar bersinergi melawan aksi penyelundupan yang masuk di jalur jalur tidak resmi.
Aksi pemasangan spanduk ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat perbatasan mulai gerah dengan praktik penyelundupan yang kerap kucing-kucingan dengan petugas di jalur-jalur tidak resmi.
Sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan aparat keamanan diharapkan mampu menekan angka kriminalitas di beranda terdepan NKRI tersebut.
Editor : Sefnat Besie