Bupati TTU Kumpulkan 24 Camat, Perkuat Ketahanan Pangan Antisipasi Dampak Perang Timur Tengah
TTU, iNewsTTU.id – Antisipasi gejolak ekonomi global dan dampak perang di Timur Tengah, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengumpulkan 24 camat se-Kabupaten TTU pada Jumat (27/03/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati yang juga mantan anggota TNI ini menegaskan agar para camat fokus memperkuat ketahanan pangan di wilayah masing-masing sebagai benteng pertahanan terakhir masyarakat.
"Kondisi dunia saat ini sedang tidak menentu akibat eskalasi perang. Jika ketahanan pangan kita tidak kuat, kita akan menjadi daerah yang rentan. Negara lain akan menahan pangannya, jadi solusi satu-satunya adalah kita harus menanam," tegas Bupati Falent.
Bupati Falent menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk bergerak cepat memanfaatkan lahan-lahan tidur. Ia meminta masyarakat membudidayakan tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti kol, tomat, lombok, serta buah-buahan seperti pisang dan melon.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurutnya, hasil bumi masyarakat harus menjadi suplai utama bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di TTU.
"Perputaran uang dalam program MBG ini sangat besar. Peluang ekonomi ini jangan sampai lepas. Pastikan bahan bakunya dihasilkan langsung oleh petani dan peternak kita di desa, sehingga ekonomi bergerak dari bawah," ujarnya.
Selain urusan pangan, Bupati juga menekankan agar pelayanan publik tetap berjalan prima tanpa hambatan. Ia meminta para camat meningkatkan pengawasan terhadap kinerja Kepala Desa (Kades).
"Camat adalah perpanjangan tangan Bupati. Awasi para Kades, pastikan pelayanan masyarakat dan pembangunan infrastruktur dasar berjalan baik. Gerakkan masyarakat secara total untuk menanam jagung dan padi," tambah Bupati Falent.
Di akhir arahannya, dia mengingatkan bahwa uang melimpah tidak akan berarti jika stok pangan tidak tersedia di pasar dunia akibat konflik internasional.
"Kita harus mandiri. Menanam adalah cara kita selamat dari dampak perang dan ancaman kebangkrutan ekonomi," ucapnya.
Editor : Sefnat Besie