get app
inews
Aa Text
Read Next : Atasi Tumpukan Sampah di Kota Kefa, Dinas Lingkungan Hidup Atur Jadwal Pembuangan

TNI Menembus Batas, Lewat TMMD Akhiri Belasan Tahun Siswa Perbatasan TTU Belajar di Ruang Darurat

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:26 WIB
header img
Wakil Bupati TTU Kamilus Elu saat pukul gong pembukaan TMMD ke-127 Desa Sunkaen. (Foto:iNewsTTU.id/Sefnat)

“Desa adalah ujung tombak kesejahteraan sekaligus benteng pertahanan kedaulatan negara, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten TTU,” tegasnya.

Pada pelaksanaan TMMD kali ini, Kodim 1618/TTU bersama pemerintah daerah memfokuskan sasaran kegiatan di Desa Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat, dengan prioritas pembangunan empat ruang kelas baru (RKB) di SMA Negeri Bikomi Nilulat.

Wabup juga meminta dukungan penuh dari camat, kepala desa, serta masyarakat Desa Sunkaen agar menyambut dan membantu Satgas TMMD, termasuk dengan menampung personel TMMD di rumah warga.

“Dengan dukungan masyarakat, Satgas TMMD dapat bekerja lebih maksimal sehingga gedung sekolah ini bisa dimanfaatkan oleh anak cucu kita dalam jangka panjang,” tambahnya.

Sementara itu, Kasiter Korem 161/Wirasakti Kupang Kolonel Inf Pedro Soares Sarmento menegaskan bahwa dedikasi TNI menembus batas wilayah merupakan bentuk nyata pengabdian kepada negara, sekaligus motor penggerak pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.

Pra-TMMD Sudah Dimulai Sejak Januari

Sebelumnya, Kodim 1618/TTU telah memulai kegiatan Pra-TMMD ke-127 sejak Rabu (28/1/2026), diawali dengan pembukaan lahan pembangunan empat ruang kelas baru SMAN Bikomi Nilulat.

Pembangunan tersebut diharapkan mampu menjawab keterbatasan sarana pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda di wilayah perbatasan.

Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana pemerataan pembangunan, penguatan sinergi lintas sektor, serta pembentukan karakter, disiplin, dan kebersamaan masyarakat.

Sekolah Kekurangan Ruang Kelas Sejak Lama

Plt. Kepala SMA Negeri Bikomi Nilulat, Florita K. Keke, menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi TMMD.

Ia menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 2011, sekolah tersebut belum pernah mendapatkan sentuhan pembangunan ruang kelas yang memadai.

“Kami hanya memiliki tiga ruang permanen. Satu dijadikan perpustakaan, satu ruang kepala sekolah dan guru, dan satu ruang kelas. Selebihnya sangat terbatas,” ungkap Florita.

Pada tahun 2024, lanjutnya, orang tua siswa bersama komite sekolah secara swadaya membangun ruang darurat untuk menampung siswa. Kehadiran TMMD menjadi harapan besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di perbatasan.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut