get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Nataru 2025, Pengurus Cabang IMM Kota Kupang Serukan Toleransi dan Persaudaraan

Sejarah Panjang di Balik 1 Januari: Mengapa Kita Merayakan Tahun Baru di Tanggal Ini?

Kamis, 01 Januari 2026 | 15:41 WIB
header img
Suasana perayaan menyambut Tahun baru 1 Januari 2026 di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT. Foto: iNewsTTU.id/Sefnat

Peran Romawi dan Inovasi Julius Caesar

Pada masa awal Roma Kuno, kalender yang diciptakan Raja Romulus hanya terdiri dari 10 bulan (304 hari) dan dimulai pada bulan Maret. Barulah pada abad ke-7 SM, Raja Numa Pompilius menambahkan bulan Ianuarius (diambil dari nama Dewa Janus, dewa segala permulaan) dan Februarius.

Revolusi besar terjadi pada tahun 46 SM saat Julius Caesar menjadi diktator Roma. Atas saran astronom Sosigenes, Caesar menciptakan kalender berbasis matahari yang dikenal sebagai Kalender Julian. Pada tahun 45 SM, ia secara resmi menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun sipil di Roma.

Koreksi Paus Gregorius XIII dan Kalender Modern

Meski Kalender Julian menyebar luas seiring kekuasaan Romawi, sistem ini memiliki kelemahan dalam perhitungan tahun kabisat. Kesalahan akumulatif selama berabad-abad menyebabkan pergeseran musim dan kekacauan penentuan hari Paskah.

Untuk memperbaikinya, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender revisi pada tahun 1582, yang kita kenal sekarang sebagai Kalender Gregorian. Kalender ini tidak hanya memperbaiki sistem kabisat tetapi juga mengukuhkan kembali 1 Januari sebagai awal tahun baru.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut