get app
inews
Aa Text
Read Next : Cemburu Saat Pulang Nonton Pentas Seni, Suami Potong 3 Jari Istri Sampai Putus

Curigai Suaminya Simpan Wanita Idaman Lain, ASN di TTU Dianiaya Hingga Babak Belur

Selasa, 09 Desember 2025 | 19:14 WIB
header img
Cuigai Suaminya Simpan Wanita Idaman Lain, ASN di TTU Dianiaya Hingga Babak Belur. Foto Ilustrasi iNews.id


KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan sepasang Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.

Diketahui, terduga pelaku berinisial MK, seorang oknum PNS di Kantor Camat Biboki Moenleu, diduga tega menganiaya istrinya, SAM (32), seorang ASN guru, hingga babak belur dan pingsan.

Peristiwa tragis ini terjadi di kediaman mereka di Desa Fatumuti, Kecamatan Noemuti, pada Jumat (5/12/2025) sore.

 

Kronologi KDRT Berulang

 

Menurut keterangan korban, insiden bermula saat MK pulang kerja. Pertengkaran mulut terjadi setelah SAM menanyakan informasi dugaan perselingkuhan suaminya.

Emosi MK tersulut, dan ia melayangkan pukulan serta tendangan secara membabi buta.

"Dia pukul saya di Kepala, leher dan muka hingga muka saya ini bengkak. Dia juga sempat tendang saya di ulu hati sampai saya jatuh dan pingsan," ungkap SAM.

SAM menceritakan, kejadian ini merupakan KDRT kelima yang dialaminya. Merasa kali ini perlakuan suaminya sudah di luar batas, korban memutuskan untuk melapor ke polisi.

"Kali ini lebih parah. Maka saya pilih untuk lapor polisi saja," tambahnya.

 

Keluarga Sesalkan Kinerja Polisi

 

Korban bersama keluarganya telah mendatangi SPKT Polres TTU untuk membuat laporan resmi.

Saat ini, SAM masih menjalani perawatan (opname) di rumah sakit akibat luka dan pusing yang dideritanya.

Namun, pihak keluarga meluapkan kekecewaan mendalam terhadap kinerja Polres TTU yang dinilai lamban.

Hingga kini, pelaku MK masih bebas berkeliaran dan belum diproses hukum.

BDS, kerabat dekat korban, mempertanyakan keseriusan aparat dalam menangani kasus KDRT ini.

"Anak kami ditinju dan ditendang hingga babak belur dan pingsan bahkan sampai opname di rumah sakit, tapi sampai saat ini, pelaku belum juga diproses hukum. Ini kerja polisi seperti apa?" tanya BDS kesal.

Pihak keluarga mendesak agar polisi segera menangkap dan mengamankan pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Selain itu, keluarga juga meminta Bupati TTU untuk memanggil MK dan memberikan sanksi tegas sesuai kode etik dan disiplin PNS.

 

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut