Bukan Lagi Eliminasi, TTU Resmi Bebas Penyakit Frambusia Hingga Titik Nol

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Upaya serius pemerintah daerah dalam penanganan penyakit menular membuahkan hasil. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan sebagai wilayah yang bebas penyakit Frambusia.
Penghargaan ini diberikan pada 20 Agustus kemarin di Jakarta dan diterima langsung oleh Wakil Bupati TTU.
Kepala Dinas Kesehatan TTU, Robert Tjeunfin, kepada wartawan kemarin menjelaskan bahwa status Eradikasi Frambusia yang diberikan kepada TTU berarti penyakit tersebut telah berhasil diberantas hingga ke titik nol.
"TTU sudah benar-benar bebas dari penyakit itu," tegasnya, seraya menambahkan bahwa tidak ada lagi kasus Frambusia yang dilaporkan di wilayah tersebut.
Penghargaan ini didasarkan pada penilaian ketat dari Kementerian Kesehatan.
Berdasarkan laporan penanganan selama beberapa tahun terakhir, tidak ditemukan kasus baru Frambusia di TTU.
"Tim dari Kementerian juga telah turun langsung untuk memeriksa penderita yang dicurigai dan memastikan bahwa gejala yang ada bukanlah penyakit Frambusia,"ungkapnya.
Perbedaan Eliminasi dan Eradikasi
Robert Tjeunfin juga menjelaskan perbedaan antara status Eradikasi dan Eliminasi.
Jika Eradikasi berarti penyakit sudah tidak ada lagi di suatu wilayah, Eliminasi berarti penularan penyakit sudah tidak terjadi di tempat itu, meskipun kasus baru masih ditemukan.
Ia mencontohkan, TTU juga menargetkan penghargaan Eliminasi Malaria. "Nanti pada bulan sekitar November atau awal tahun, kita dapat lagi penghargaan eliminasi malaria," ungkapnya.
Untuk mempertahankan status bebas Frambusia dan mencapai eliminasi malaria, Dinas Kesehatan TTU terus melakukan upaya preventif.
Langkah yang dilakukan termasuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat, serta melakukan skrining wajib bagi setiap pendatang, terutama dari daerah endemis penyakit.
Frambusia, atau sering juga disebut "korengan" atau "patek", adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum subspesies pertenue. Penyakit ini menyerang kulit, tulang, dan tulang rawan. Frambusia umum terjadi di daerah tropis yang hangat, lembap, dan padat penduduk dengan sanitasi yang buruk.
Cara Penularan
Penyakit ini tidak menular melalui hubungan seksual, melainkan melalui kontak langsung. Bakteri penyebab frambusia dapat masuk ke tubuh melalui luka atau goresan pada kulit. Penularannya biasanya terjadi melalui kontak dari orang ke orang, terutama anak-anak yang sering bermain dan memiliki luka terbuka.
Gejala dan Tahapan
Frambusia memiliki beberapa tahapan gejala, yaitu:
Tahap Awal: Munculnya luka kecil, biasanya pada kaki atau tangan, yang kemudian membesar menjadi benjolan. Benjolan ini bisa melepuh dan mengeluarkan cairan.
Tahap Kedua: Beberapa minggu atau bulan setelah tahap pertama, muncul benjolan-benjolan kecil yang menyebar di seluruh tubuh.
Tahap Akhir: Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada tulang, sendi, dan tulang rawan. Gejala ini bisa muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal.
Pengobatan dan Pencegahan
Frambusia dapat disembuhkan dengan mudah menggunakan antibiotik, seperti penisilin. Pengobatan yang tepat dan cepat sangat penting untuk mencegah penyebaran dan komplikasi jangka panjang.
Pencegahan yang paling efektif adalah dengan meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini mencakup:
Menjaga kebersihan kulit.
Menghindari kontak langsung dengan luka penderita.
Meningkatkan sanitasi lingkungan.
Melakukan skrining di daerah yang berisiko tinggi.
Editor : Sefnat Besie