Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M3,1 Guncang Wilayah Kupang, Kedalaman Hanya 6 Kilometer
Advertisement . Scroll to see content

Dua kelompok Umat Beda Agama Saling Hadang di Alor, Endingnya Bikin Haru

Kamis, 14 Juli 2022 | 17:36 WIB
  • author Dani Manu
Dua kelompok Umat Beda Agama Saling Hadang di Alor, Endingnya Bikin Haru
Pawai umat Muslim Kota Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT dihadang umat Nasrani viral di media sosial. Foto : iNews TV/Dani Manu

ALOR, iNewsTTU.id--Viral di media sosial, Pawai atau arak – arakan umat Muslim di Kota Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT dihadang umat Nasrani di depan sebuah gereja di Kota Kalabahi sejak Rabu (13/7/2022) kemarin.

Aksi penghadangan ini dipelopori oleh Warga dari Adang Buom Kota Kalabahi. Lantunan baitan adat serta hunusan parang mewarnai perstiwa itu. 

Namun ini bukan tunjukan itikad intoleran tapi justru sebaliknya, mau menujukan rasa toleransi dan persaudaraan.

Pawai ini dinamakan Ritual Kamusang, yakni pengantaran salah satu ornamen masjid berupa bulan dan bintang. Ornamen itu sebelum sampai tujuan akhirnya di Masjid Dulolong, lazim di arak keliling kota Kalabahi.

Arak–arakan itu dihentikan karena adanya hubungan kekerabatan antara warga yang berbeda keyakinan itu.

 Pasca dihadang dan disambut aneka tarian suka dan ritual khusus lainnya, arak – arakan dilanjutkan secara bersama.

“Apa yang kami lakukan ini sudah turun temurun. Kita mau tunjukan bahwa perbedaan keyakinan tidak bisa mengingkari hubungan darah dan kekeluargaan,” jelas Welem Duka dari lembaga adat Adang Buom.

Kedua umat beragama dari dua tempat ibadah itu selanjutnya bersama menari dan bersholawat hingga tiba di Masjid Dulolong. 

Karena sikap toleransi yang menjadi realita atau tidak sebatas jargon itu, kabupaten Alor pernah mendapatkan Harmoni Award dari Pemerintah Pusat.

Sikap yang terus diwariskan lelhur dalam semangat “Taramiti Tominiku” atau Bersatu dalam Keberagaman.

 “ Kami harapkan semangat dan budaya ini terus lestari hingga akhir jaman,” pungkas Welem Duka.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut