SURABAYA, iNewsTTU.id – Kredibilitas dan akurasi menjadi faktor utama bagi perusahaan dalam memilih mitra media. Di tengah derasnya arus informasi digital, kecepatan pemberitaan harus diimbangi dengan verifikasi serta prinsip check and balance agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan terpercaya.
Hal tersebut ditegaskan Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, dalam sesi Diskusi Panel 6 Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 bertajuk “Bagaimana Membangun Keterpercayaan Media Siber di Zaman Ketidakpastian.
Arya mengatakan, hubungan Pertamina dengan media tidak sebatas kepentingan publikasi, tetapi juga sebagai bentuk kemitraan strategis. Media berperan sebagai pengingat sekaligus mitra perusahaan dalam melakukan evaluasi dan memperbaiki kinerja.
Menurutnya, jangkauan media bukan satu-satunya pertimbangan dalam menentukan mitra. Kredibilitas tetap menjadi faktor utama yang harus dijaga.
Ia mencontohkan pemberitaan mengenai bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga bercampur air. Informasi tersebut lebih dahulu beredar di media sosial sebelum Pertamina menyelesaikan proses pengecekan, kemudian berkembang menjadi pemberitaan dan keluhan masyarakat.
Namun, hasil pengujian laboratorium menunjukkan Pertalite yang didistribusikan saat itu masih memenuhi standar yang berlaku.
“Ketika viralitas sering menjadi kompas pemberitaan, kami selalu merindukan praktik check and balance dalam setiap pemberitaan,” kata Arya.
Isu Energi Membutuhkan Pemberitaan yang Cermat
Arya menilai, isu energi perlu ditangani secara cermat karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, kinerja pemerintah, serta ketahanan dan kedaulatan bangsa.
Karena itu, media diharapkan mampu membedakan fakta, persepsi, dan informasi yang telah terverifikasi sebelum menyajikannya kepada publik.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
