Pulang Sekolah, 2 Siswa SD Tenggelam di Bak Penampung Air Tua di Sainoni

*Sefnat Besie
Polisi saat melihat lokasi dua siswa SD yang tenggelam di Sainoni. (Foto: istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Peristiwa tragis menimpa dua siswa sekolah dasar (SD) di Kampung Upmetan, Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedua anak berinisial M.S.A (8) dan T.F (8) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah bak penampung air yang sudah berusia puluhan tahun, Senin (14/9/2026).

Kapolres TTU AKBP Eliana Papote melalui Kasi Humas Polres TTU AKP Anselmus Pera menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika kedua korban bersama sejumlah teman sekolah pulang dari SDN Sainoni sekitar pukul 11.00 WITA.

"Saat perjalanan pulang, mereka memilih melewati jalur belakang menuju kawasan Oetfo. Setibanya di sekitar Cekdam Oetfo, beberapa anak kemudian tertarik untuk melihat ikan di dalam sebuah bak penampung air yang berada di lokasi tersebut,"kata Anselmus. 

DikatakanAnselmus, salah satu korban, T.L, saat itu masih duduk di atas bak penampung. Permukaan bak tersebut diketahui tidak rata dan kondisinya sudah mulai rusak.

Bak penampung air tersebut diketahui telah dibangun sejak tahun 1985.

Diduga korban tergelincir hingga terjatuh ke dalam bak penampung berukuran sekitar 2 meter x 4 meter dengan kedalaman mencapai 2,5 meter.

Melihat temannya terjatuh, M.S.A spontan melepas sepatu dan melompat ke dalam bak untuk memberikan pertolongan.

Namun, setelah beberapa saat, kedua korban tidak kunjung muncul ke permukaan.

"Teman-teman korban kemudian berupaya meminta pertolongan. Salah seorang di antaranya, G.A.S, berteriak meminta bantuan kepada seorang anak SMA yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian"tambahnya.

Anak SMA tersebut kemudian ikut membantu proses evakuasi kedua korban.

Polisi hingga kini masih meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk anak SMA yang berada di lokasi dan turut membantu proses evakuasi.

"Kedua korban diduga terjebak di dalam lumpur yang mengendap di dasar bak penampung air tersebut,"jelasnya. 

Lokasi bak penampung berada sekitar 8 meter dari Cekdam Oetfo. Di sekitar lokasi juga terdapat sebuah sumur.

Kondisi bak yang telah berusia puluhan tahun dan diduga jarang dibersihkan menyebabkan adanya endapan lumpur di bagian dasar. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan korban untuk menyelamatkan diri setelah masuk ke dalam bak.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network