Kisah Haru wisudawati Asal Nagekeo, Rumah Orang Tua Roboh Diguncang Gempa, Aurel Tetap Ikut Wisuda

Bambang Sugiarto, Sefnat Besie
kisah perjuangan Aurel Konrada Aurelita Putri Stefani Monga, wisudawati asal Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Istimewa


JEMBER, iNewsTTU.id – Wisuda ke-49 Politeknik Negeri Jember (Polije) berlangsung penuh haru. Di antara para lulusan yang merayakan keberhasilan akademiknya, terselip kisah perjuangan Aurel Konrada Aurelita Putri Stefani Monga, wisudawati asal Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aurel berhasil menuntaskan pendidikan di tengah duka akibat gempa yang melanda wilayah Nagekeo. Bencana tersebut bahkan menyebabkan rumah orang tuanya roboh. Kini, keluarganya terpaksa mengungsi dan tinggal di tenda.

Kabar gempa yang menimpa kampung halamannya membuat Aurel terpukul. Ia mengaku sempat menangis karena memikirkan kondisi orang tua dan keluarganya yang terdampak bencana.

“Saya sedih sekali sampai menangis, tapi keluarga di sana menguatkan saya di sini,” ungkap Aurel.

Meski dihantui kekhawatiran, Aurel memilih tetap melanjutkan perjuangannya hingga menyelesaikan studi. Dukungan dan kekuatan dari keluarga menjadi motivasi baginya untuk tetap fokus sampai akhirnya berhasil mengikuti Wisuda ke-49 Polije.

Aurel berharap kondisi di Nagekeo segera pulih. Ia juga berharap masyarakat yang terdampak gempa diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit tersebut.

“Saya berharap teman-teman di sana bisa kuat dan menghadapi semuanya dengan lapang hati,” katanya.

Setelah kondisi wilayah terdampak gempa mulai membaik, Aurel berencana pulang ke Nagekeo. Ia ingin bertemu langsung dengan keluarganya setelah menyelesaikan masa studinya di Jember.

Polije Beri Perhatian Mahasiswa Terdampak Gempa

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi Polije, Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., menyampaikan keprihatinan terhadap mahasiswa yang terdampak bencana gempa di NTT.

Menurut Wahyu, pihak kampus memberikan perhatian kepada mahasiswa aktif yang terdampak bencana. Polije juga membuka peluang penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang memenuhi ketentuan.

“Ini menjadi perhatian kami sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswa aktif yang terdampak gempa bumi,” ujar Wahyu.

Di sisi lain, Wahyu mendorong para lulusan baru untuk segera memanfaatkan peluang kerja, baik melalui rekrutmen pemerintah maupun sektor swasta.

“Harapannya para wisudawan yang dilantik hari ini segera mengisi peluang-peluang pekerjaan,” tambahnya.

Selain itu, Polije terus mematangkan persiapan pendirian PSDKU Kampus 7 di Kabupaten Situbondo. Kampus baru tersebut ditargetkan mulai diluncurkan pada 2027.

Kisah Aurel menjadi salah satu cerita haru dalam Wisuda ke-49 Polije. Di tengah duka karena rumah keluarganya roboh akibat gempa, ia tetap bertahan menyelesaikan pendidikan hingga akhirnya berhasil meraih gelar dan mengikuti wisuda bersama para lulusan lainnya.

 

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network